Communities in Polibatam
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, EVALUASI DAN USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL UTAMA DI PT DUTA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX INVENTORY CONTROL(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-28) Salsabila, Farah Shafa; Kartikasari, DwiPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengendalian persediaan material utama (SKD 11, ALLU 6061, SUS 304) di PT Duta Dimensi serta menyusun usulan parameter menggunakan metode Min-Max Inventory Control. Data historis periode Januari–Desember 2025 bersumber dari dokumen Material Request (MR) sebagai representasi kebutuhan dan Material Transfer Form (MTF) sebagai representasi pemenuhan material. Hasil evaluasi menunjukkan total kebutuhan 18.313 unit, pemenuhan 16.105 unit, gap 2.208 unit, dan service level 87,53%. Perhitungan Min-Max menghasilkan parameter Safety Stock, Minimum Inventory, Maximum Inventory, dan Order Quantity untuk SKD 11 sebesar 194, 325, 456, dan 131 unit. Untuk ALLU 6061 sebesar 175, 304, 432, dan 128 unit. Sedangkan untuk SUS 304 sebesar 69, 136, 202, dan 66 unit. Berdasarkan hasil perhitungan, usulan metode Min-Max Inventory Control menunjukkan potensi pengurangan Total Inventory Cost (TIC) sebesar 53,96% dibandingkan kondisi existing.Item type:Item, EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PADA PROSES INDIRECT MATERIAL REQUEST STUDI KASUS PT CICOR PANATEC(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-28) Syihabuddin, Achmad Syahmi; Kurnilasari, Dwi TiaraTransformasi digital proses Indirect Material Request (IMR) di PT Cicor Panatec dilakukan untuk mengatasi keterbatasan proses manual yang bergantung pada dokumen fisik dan berpotensi menimbulkan kesalahan pengisian data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem informasi pada proses IMR menggunakan enam dimensi Updated DeLone & McLean Information System Success Model. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan purposive, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan Website IMR mendukung pelaksanaan proses IMR, terutama pada efisiensi proses. Tahapan proses berkurang dari 14 menjadi 11 tahap, dan total waktu proses menurun dari 67–75 menit menjadi 43–53 menit. Waktu perpindahan informasi juga turun dari 9–12 menit menjadi sekitar satu menit, disertai berkurangnya aktivitas manual dan peluang kesalahan pada aktivitas tertentu. Implementasi sistem mendukung efisiensi dan pengendalian proses operasional, meskipun beberapa aspek teknis dan kuantitatif masih memerlukan evaluasi lebih lanjut. Temuan ini mengimplikasikan bahwa digitalisasi proses IMR dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan pengendalian proses operasional, dengan catatan pengukuran teknis dan kuantitatif perlu dilengkapi pada evaluasi berikutnya.Item type:Item, Analisis Aktivitas Pergudangan Dengan Pendekatan Lean Warehousing Untuk Meminimasi Waste Menggunakan Metode Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, dan Fishbone Diagram(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-29) Sitorus, Nerfi Yudhistira Adelia; Harlan, Fandy BestarioObservasi awal pada aktivitas pergudangan PT XYZ yang berlokasi di Kawasan Industri Batamindo, Kota Batam, menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan aktivitas dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berpotensi menimbulkan pemborosan (waste). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses aktivitas pergudangan, mengelompokkan aktivitas ke dalam kategori Value Added (VA), Necessary Non-Value Added (NNVA), dan Non-Value Added (NVA), mengidentifikasi jenis waste yang terjadi, menganalisis faktor penyebabnya, serta menyusun usulan perbaikan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) dengan pendekatan kualitatif melalui Fishbone Diagram. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua informan yang terdiri atas satu supervisor gudang dan satu operator gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total lead time proses pergudangan sebesar 322,1 menit, hanya 16,3 menit (5,06%) yang tergolong Value Added, sedangkan 68,74% tergolong Necessary Non-Value Added dan 26,20% tergolong Non-Value Added. Waste yang teridentifikasi meliputi waiting, transportation, dan motion, dengan waiting sebagai waste dominan. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa faktor Man dan Method menjadi penyebab utama waktu tunggu pada proses receiving, QA Incoming, Put Away, dan Packing. Empat usulan perbaikan disusun berdasarkan akar penyebab tersebut. Proyeksi Future State VSM menunjukkan potensi penurunan waktu tunggu sebesar 44,29% dan lead time sebesar 11,69%, serta peningkatan Process Cycle Efficiency dari 5,06% menjadi 5,72%.Item type:Item, Analisis Kinerja Pemanfaatan Kapasitas Depo Kontainer Berdasarkan Yard Occupancy Ratio, Turnover Rate, dan Average Storage Time pada Depo PT MTKI(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-28) Putra, Septio Pratama; Mulyaningtyas, DianDepo kontainer off-dock PT Masaji Tatanan Kontainer Indonesia (MTKI), anak perusahaan Samudera Indonesia Group di Batam, menghadapi tekanan pemanfaatan kapasitas lapangan seiring pertumbuhan arus peti kemas Batam yang mencapai 797.087 TEUs pada 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pemanfaatan kapasitas lapangan depo MTKI periode Desember 2025–Mei 2026 menggunakan tiga indikator terintegrasi: Yard Occupancy Ratio (YOR), Turnover Rate (TR), dan Average Storage Time (AST). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder operasional (gate-in, gate-out, kapasitas terpakai) serta data primer wawancara staf operasional. Hasil menunjukkan YOR rata-rata periode penelitian (Januari–Mei 2026) sebesar 107,1%, telah melampaui kapasitas maksimal depo 600 TEUs, meningkat dari rentang optimal pada Januari–Februari 2026 (60–85%) menuju zona Overutilization pada Maret–Mei 2026 (>100%); stok akhir Desember 2025 (298 TEUs, rentang Underutilization <60%) hanya digunakan sebagai acuan stok awal dan tidak diikutsertakan dalam perhitungan rata-rata; TR rata-rata 0,289, menandakan rotasi kontainer rendah; dan AST rata-rata 30,9 hari, jauh melampaui standar literatur Container Yard pelabuhan (3–5 hari). Namun, berdasarkan standar operasional depo yang disesuaikan dengan karakteristik kontainer kosong berbasis ekspor (0–14/15–28/>29 hari), proporsi kontainer tidak efisien turun dari 96,1% menjadi 40,3%, menegaskan bahwa sebagian ketidakefisienan menurut standar internasional merupakan karakteristik wajar bisnis depo. Ketiga indikator terbukti saling berkaitan, sejalan dengan teori interdependensi Ghana Port Study (2020). Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen depo kontainer off-dock yang masih terbatas, serta memberikan dasar kebijakan free time dan prioritas pengeluaran kontainer bagi manajemen MTKI.Item type:Item, Analisis Pengendalian Dokumen Impor Pada Tahap Pre-Clearance di PT XYZ(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-29) Putri, Mourin Chaseli; Syafrina, MiaPT XYZ merupakan perusahaan fabrikasi dan konstruksi maritim di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dengan intensitas impor tinggi. Pengendalian dokumen impor didukung oleh Document Control System (DCS) melalui SharePoint dan Share Folder sebelum tahap pre-clearance. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan DCS, proses verifikasi dan cross-check dokumen, serta pengelolaan dokumen digital, sekaligus mengidentifikasi kendala dan rekomendasi perbaikan di Departemen Logistik PT XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Total Quality Management (TQM) sebagai grand theory dan DCS berlandaskan ISO 9001:2015 klausul 7.5 sebagai kerangka teori utama. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman, serta diuji dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil menunjukkan DCS mendukung verifikasi preventif, naming convention, dan pencatatan pada dua media digital, namun kesalahan penamaan 2,9%-5,8% file, ketidaksesuaian antar media, dan human error akibat proses manual masih memperlambat pemeriksaan dokumen. Diperlukan template penamaan baku, verifikasi berlapis, dan sinkronisasi berkala untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dokumen impor.

