Communities in Polibatam
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, PENERAPAN COGNITIVE LOAD THEORY PADA PERANCANGAN VIDEO MOTION GRAPHIC CINTA BANGGA PAHAM RUPIAH UNTUK LITERASI KEUANGAN SISWA SD(Politeknik Negeri Batam, 2026-10-15) Manurung, Eric Yosefhan; Kanistren, Aragani TimurKurangnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai nilai dan makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara menjadi salah satu tantangan dalam sosialisasi program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBPR) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Penyampaian materi melalui metode konvensional belum sepenuhnya mempertimbangkan keterbatasan kapasitas memori kerja anak, sehingga penggunaan berbagai elemen informasi secara bersamaan berpotensi menimbulkan beban kognitif yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan video motion graphic 2D berjudul “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” dengan menerapkan prinsip Cognitive Load Theory (CLT), khususnya Coherence Principle melalui pengurangan elemen audio yang tidak diperlukan, Persona Principle melalui penggunaan karakter Wiraka sebagai narator tunggal, serta Signaling Principle melalui penerapan kinetic typography untuk menekankan informasi penting. Pengembangan media dilakukan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri atas enam tahap, yaitu konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, pengujian, dan distribusi. Setelah dinyatakan layak untuk diuji oleh validator ahli, video berdurasi 4–6 menit dengan resolusi Full HD 1080p diuji menggunakan EPIC Model dengan skala Likert terhadap 264 siswa kelas 5 dari SDN 014 Batam dan SDS Yos Sudarso Batam. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,45 pada tahap Problem, 4,39 pada tahap Agitate, dan 4,44 pada tahap Solution. Secara keseluruhan, media memperoleh nilai EPIC Rate sebesar 4,42 yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan prinsip Cognitive Load Theory yang dipadukan dengan alur komunikasi Copywriting PAS dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menyampaikan materi CBPR kepada siswa sekolah dasar secara lebih terarah dan menarik, dengan tetap memperhatikan beban kognitif selama proses penerimaan informasi.Item type:Item, Perbandingan Luas dan Batas Tanah Hasil Survei Terestris Total Station dan GPS Geodetik (studi kasus : area bp batam)(Politeknik Negeri Batam, 2026-10-14) Sabella, Regina; Rahman, ArifPengukuran bidang tanah merupakan salah satu kegiatan penting dalam survei dan pemetaan untuk memperoleh informasi mengenai posisi, batas, dan luas bidang tanah. Perkembangan teknologi survei memungkinkan pengukuran bi-dang tanah dilakukan dengan berbagai metode, di antaranya survei terestris menggunakan Total Station dan pengukuran GPS Geodetik menggunakan metode Real-Time Kinematic Networked Transport of RTCM via Internet Pro-tocol (RTK-NTRIP). Perbedaan metode pengukuran dapat menyebabkan adan-ya perbedaan koordinat titik batas dan hasil perhitungan luas, sehingga diper-lukan evaluasi terhadap kesesuaian dan ketelitian hasil pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran luas dan batas bidang tanah menggunakan Total Station sebagai pembanding dengan GPS Geodetik metode RTK-NTRIP pada area Badan Pengusahaan Batam. Penelitian ini dil-akukan menggunakan titik kerangka kontrol peta sebagai titik ikat backsight dalam pengukuran menggunakan Total Station metode orientasi backsight dengan jumlah titik kkp 18 titik koordinat x,y,z dan GPS Geodetik dengan metode RTK-NTRIP. Data koordinat dari kedua metode kemudian diolah un-tuk membentuk poligon bidang tanah, menghitung luas, menentukan selisih dan persentase perbedaan luas, menghitung toleransi luas, serta melakukan uji ketelitian horizontal menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan Cir-cular Error 90% (CE90). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas bidang tanah hasil pengukuran Total Station sebesar 25.952,920 m², sedangkan hasil pengukuran GPS Geodetik RTK-NTRIP sebesar 25.936,062 m². Selisih luas yang diperoleh sebesar 15,858 m² atau 0,061%, sedangkan nilai toleransi luas dari aturan BPN sebesar 80,547 m². Dengan demikian, selisih luas kedua metode masih berada di bawah nilai toleransi yang ditetapkan. Hasil uji keteli-tian posisi menunjukkan nilai RMSE horizontal sebesar 0,133 m dan CE90 sebesar 0,202 m. Nilai CE90 tersebut berada di bawah batas ketelitian horizon-tal sebesar 0,30 m sehingga memenuhi Kelas 1 pada skala peta maksimal 1:1000. Berdasarkan hasil tersebut, pengukuran menggunakan GPS Geodetik metode RTK-NTRIP memiliki kesesuaian sebagai perbandingan dengan Total Station dalam menentukan luas dan posisi batas bidang tanah pada area BP Ba-tam serta memenuhi ketelitian horizontal Kelas 1 pada skala 1:1000.Item type:Item, Pengujian Akurasi Ketelitian Geometrik dan Planimetrik Pada Pemetaan Bidang Tanah Menggunakan Wahana DJI Phantom 4 (Studi Kasus: Area Badan Pengusahaan (BP) Batam)(Politeknik Negeri Batam, 2026-10-14) `Ayuni, Yumna Aqilah Qurota; Rassarandi, Farouki DindaKebutuhan pengukuran dan pemetaan bidang tanah di Indonesia masih sangat tinggi, mengingat banyak bidang tanah yang belum terpetakan secara me-nyeluruh. Untuk mendukung percepatan pemetaan, diperlukan metode yang efektif dalam akuisisi data serta efisien dari segi waktu dan biaya operasional. Salah satu metode alternatif adalah fotogrametri berbasis UAV. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi ketelitian geometrik dan planimetrik luas hasil pemetaan bidang tanah menggunakan UAV DJI Phantom 4 di kawasan BP Batam, serta menilai kesesuaiannya dengan standar geospasial nasional yang ditetapkan oleh Peraturan BIG dan pedoman BPN No. 3 Tahun 1997. Metode penelitian dilakukan dengan dua pendekatan dilakukan dengan pengukuran lang-sung dilapangan. Pertama, menggunakan Total Station metode orientasi back-sight, di mana alat ditempatkan pada titik kerangka kontrol, dilakukan centering dan leveling, lalu orientasi terhadap titik acuan, yang kemudian diolah melalui Microsoft Excel dan diimport ke ArcGIS untuk proses digitasi poligon serta perhitungan luas menggunakan fitur Calculate Geometry. Kedua, metode UAV diawali dengan pengukuran 6 titik koordinat Ground Control Point (GCP) dan 12 titik koordinat Independent Check Point (ICP), pengolahan data GNSS me-lalui post-processing eOffice, pembentukan orthomosaic, serta digitasi visual di ArcGIS. Hasil uji ketelitian geometrik menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,382 m dengan CE90 sebesar 0,579 m, menandakan deviasi mosaik UAV terhadap GNSS relatif kecil dan masih dalam toleransi standar BIG. Sedangkan uji keteli-tian planimetrik luas selisih luas bidang tanah antara metode Total Station (25.952,920 m²) dan UAV (25.998,164 m²) menghasilkan selisih 45,244 m² atau 0,174%, yang masih berada dalam toleransi kesalahan planimetrik luas sebesar 80,549 m² dan masih dalam toleransi standar pedoman BPN No. 3 Tahun 1997. Dengan demikian, metode fotogrametri UAV terbukti akurat dan efisien dalam pemetaan bidang tanah pada skala 1:1.000, dengan ketelitian yang berada pada kelas 2 sesuai standar geospasial nasional dan hasil penelitian menggunakan skala peta 1:1.500. UAV DJI Phantom 4 layak digunakan sebagai alternatif teknologi pemetaan untuk mendukung percepatan pengelolaan pertanahan, khu-susnya di kawasan strategis seperti BP Batam.Item type:Item, Perancangan Graphic Standard Manual Sebagai Panduan Corporate Identity SMPS IT EL YASIN(Politeknik Negeri Batam, 2026-10-13) Afriana, Jesi; Harlyan, Gendhy DwiSMPS IT EL YASIN telah memiliki logo sebagai identitas sekolah, tetapi belum memiliki Graphic Standard Manual (GSM) yang mengatur penggunaan logo dan elemen identitas visual secara terstandar, sehingga penerapannya pada berbagai media belum konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang GSM sebagai panduan corporate identity SMPS IT EL YASIN dengan ruang lingkup produk terbatas pada standardisasi identitas visual (logo, warna, dan tipografi), tanpa melakukan redesain logo. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg & Gall menjadi enam tahap, yaitu Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary Form of Product, Preliminary Field Testing, Main Product Revision, dan Final Product Revision. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket validasi. Validasi tiga ahli media terhadap produk awal (20 butir) memperoleh skor 150 dari 300 atau 50% (kategori Cukup) dan menjadi dasar revisi. Setelah revisi, penilaian 11 pengguna (kepala sekolah dan guru; 15 butir) memperoleh skor 818 dari 825 atau 99,15% (kategori Sangat Baik). Skor ahli dan skor pengguna berasal dari penilai dan instrumen yang berbeda sehingga tidak dibandingkan: penilaian ahli menggambarkan kualitas teknis, sedangkan penilaian pengguna menggambarkan kesesuaian kebutuhan dan penerimaan. Validasi ulang oleh ketiga ahli yang sama setelah revisi memperoleh skor 280 dari 300 atau 93,33% (kategori Sangat Baik). Karena produk belum diuji melalui penerapan nyata, kesimpulan dibatasi pada kualitas teknis menurut ahli, penerimaan, dan potensi kegunaan GSM.Item type:Item, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR(Politeknik Negeri Batam, 2026-10-14) Hasbi, Muh. Raihan Putra; Handyani, Nadya SatyaDistribution companies face major challenges in managing inventory and goods distribution efficiently, where manual recording often leads to data inaccuracies and delivery delays. This issue is categorized as a complex problem as it involves various interdependent operational variables, ranging from supply chain synchronization to distribution flow monitoring. Therefore, this Final Project aims to design and develop a web-based Inventory and Distribution Management Information System to optimize the company's operations. The software development utilized the System Development Life Cycle (SDLC) method with the Waterfall model to ensure a structured and sequential development phase. The main result of this research is a functional web-based management information system equipped with an auto deduct stock feature, automatic distribution flow tracking, and digital delivery note (Surat Jalan) printing in PDF format. Based on technical performance testing, the system recorded a stable response time of under 0.5 seconds. User Acceptance Testing (UAT) using the System Usability Scale (SUS) questionnaire instrument obtained an average score of 81.0 (Good/Acceptable category). In conclusion, through comparative efficiency analysis, the implementation of this system is proven capable of cutting operational administrative working time by an average of over 85% compared to manual methods, minimizing recording error rates, and directly assisting management in making strategic decisions regarding logistical stock availability.

