2Viewes
Akuisisi Data Sensor Flow Menggunakan Scada Dengan Sistem Komunikasi OPC UA
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
2Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
edel edtraja , Defina
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Sistem SCADA Plant-Flow terdiri dari tiga komponen utama: sensor waterflow, Programmable Logic Controller (PLC), dan Human Machine Interface (HMI). Sistem
ini dirancang untuk memonitor dan mengontrol proses kerja pada Plant-Flow secara terpusat. SCADA Plant-Flow mengintegrasikan software dan hardware agar
dapat mengawasi, menganalisis, dan mengendalikan aliran air dalam sistem secara efisien. Sensor waterflow berfungsi sebagai pendeteksi aliran untuk
menghitung debit air dalam satuan Liter/Menit. Aliran air dimulai dari tangki, melewati pompa dan valve, hingga ke sensor. Data dari sensor waterflow dikirim
ke PLC, yang bertugas memproses data tersebut menjadi informasi penting seperti nilai debit air, status operasional pompa, posisi valve, serta mendeteksi kondisi
abnormal seperti kebocoran atau penyumbatan. Informasi ini selanjutnya diteruskan ke HMI melalui komunikasi Ethernet dan ditampilkan secara real-time.
Operator dapat memantau kondisi sistem, mengontrol perangkat, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang disajikan. Selain itu, SCADA Plant-Flow juga menyimpan data historis yang berguna untuk analisis performa dan optimasi proses kerja. Data historis ini mencakup tren aliran air, efisiensi sistem, serta pola
penggunaan energi pada perangkat. Dengan sistem ini, pengawasan plant menjadi
lebih mudah dan akurat. SCADA Plant-Flow memastikan proses kerja tetap berjalan stabil dan efisien, memungkinkan pengendalian yang lebih baik terhadap
plant serta membantu operator dalam menganalisis dan meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Pengujian menunjukkan bahwa data yang diukur oleh
sensor waterflow memiliki persentase error yang berbeda pada setiap kecepatannya. Pada kecepatan pompa satu persentase error nya sebesar 2,01%,
pada kecepatan pompa 2, persentase error nya sebesar 2.02% dan untuk kecepatan 3 sebesar 1,84% . jika dibandingkan dengan alat pembanding flowmeter pada sistem SCADA Plant-Flow. Nilai error tersebut masih dalam batas toleransi yang dapat diterima, yang membuktikan bahwa sistem ini cukup andal untuk pemantauan debit air secara real-time.
Kata kunci: SCADA, Plant-Flow, waterflow sensor, PLC, HMI, komunikasi Ethernet,
kontrol proses, analisis data, optimasi sistem.
Description
Proyek akhir mengenai perancangan dan implementasi sistem akuisisi data sensor flow menggunakan SCADA dengan sistem komunikasi OPC UA dan database Microsoft Access
Keywords
Citation
APA style
