0Viewes
Perancangan Alat Ukur Parameter Tanah dengan Visualisasi Data pada Aplikasi Android
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries
Statistic not available yet or restricted.
Loading...
Date
Authors
Erlangga, Larry Yudian
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
POLITEKNIK NEGERI BATAM
Abstract
Sistem monitoring nutrisi dan kondisi tanah perkebunan dengan menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) berbasis IoT (Internet of Things) dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, memberikan rekomendasi pupuk NPK, serta menyarankan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor, termasuk sensor anemometer, sensor arah angin, sensor suhu dan kelembapan udara (SHT20), sensor suhu tanah (DS18B20), sensor kelembapan tanah, sensor pH tanah, sensor hujan, dan sensor NPK 7-in-1 untuk mendeteksi kadar nutrisi tanah. Data yang dikumpulkan oleh sensor akan diolah oleh kontroler utama menggunakan algoritma AI untuk menghasilkan rekomendasi yang tepat. Hasil analisis ini ditampilkan melalui aplikasi dan antarmuka web sehingga memudahkan petani untuk mengakses informasi. Sistem ini juga dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber daya utama, memungkinkan perangkat beroperasi secara berkelanjutan di lokasi terpencil tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Dengan sistem ini, petani dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, mengoptimalkan hasil panen, dan mengurangi risiko kerugian akibat kondisi tanah yang tidak terpantau. Diharapkan, teknologi ini menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, seperti perubahan iklim dan penurunan kesuburan tanah.
Description
Proyek akhir karya mahasiswa Program Studi Teknik Instrumentasi, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam yang berjudul "Perancangan Alat Ukur Parameter Tanah dengan Visualisasi Data pada Aplikasi Android" hadir sebagai solusi teknologi cerdas untuk membantu petani mengoptimalkan hasil perkebunan. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan penurunan hasil panen akibat perubahan iklim dan kondisi unsur hara tanah yang sering kali tidak terpantau dengan baik. Sistem ini bekerja secara komprehensif menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan berbagai pembacaan, seperti sensor NPK 7-in-1, pH tanah, suhu dan kelembapan tanah serta udara, sensor hujan, anemometer, hingga sensor arah angin. Seluruh data lingkungan yang ditangkap kemudian diproses oleh mikrokontroler menggunakan kecerdasan buatan (AI) berbasis logika fuzzy Mamdani. Keunggulan utama dari inovasi ini adalah kemampuannya dalam menganalisis data secara otomatis untuk memberikan rekomendasi takaran pupuk NPK yang akurat serta menyarankan jenis tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lahan. Untuk memudahkan operasional oleh petani, seluruh hasil pengukuran dan analisis divisualisasikan secara real-time melalui antarmuka yang sangat ramah pengguna pada aplikasi mobile Android dan website. Selain itu, perangkat pemantau ini dirancang sangat tangguh untuk diletakkan di lahan terpencil yang tidak memiliki akses listrik konvensional karena ditenagai sepenuhnya oleh energi terbarukan dari panel surya. Melalui implementasi alat ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, mengoptimalkan jumlah hasil panen, serta menekan risiko kerugian akibat kondisi tanah yang memburuk, sehingga sektor pertanian menjadi lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan.
Citation
Harvard
