SCADA Plant Flow
| dc.contributor.advisor | Syafii, Ahmad | |
| dc.contributor.author | Sinabariba, Micael | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T09:39:10Z | |
| dc.date.issued | 2025-08-11 | |
| dc.description.abstract | Sistem SCADA Plant-Flow terdiri dari tiga komponen utama: sensor waterflow, Programmable Logic Controller (PLC), dan Human Machine Interface (HMI). Sistem ini dirancang untuk memonitor dan mengontrol proses kerja pada Plant-Flow secara terpusat. SCADA Plant-Flow mengintegrasikan software dan hardware agar dapat mengawasi, menganalisis, dan mengendalikan aliran air dalam sistem secara efisien. Sensor waterflow berfungsi sebagai pendeteksi aliran untuk menghitung debit air dalam satuan Liter/Menit. Aliran air dimulai dari tangki, melewati pompa dan valve, hingga ke sensor. Data dari sensor waterflow dikirim ke PLC, yang bertugas memproses data tersebut menjadi informasi penting seperti nilai debit air, status operasional pompa, posisi valve, serta mendeteksi kondisi abnormal seperti kebocoran atau penyumbatan. Informasi ini selanjutnya diteruskan ke HMI melalui komunikasi Ethernet dan ditampilkan secara real-time. Operator dapat memantau kondisi sistem, mengontrol perangkat, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang disajikan. Selain itu, SCADA Plant-Flow juga menyimpan data historis yang berguna untuk analisis performa dan optimasi proses kerja. Data historis ini mencakup tren aliran air, efisiensi sistem, serta pola penggunaan energi pada perangkat. Dengan sistem ini, pengawasan plant menjadi lebih mudah dan akurat. SCADA Plant-Flow memastikan proses kerja tetap berjalan stabil dan efisien, memungkinkan pengendalian yang lebih baik terhadap plant serta membantu operator dalam menganalisis dan meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Pengujian menunjukkan bahwa data yang diukur oleh sensor waterflow memiliki persentase error yang berbeda pada setiap kecepatannya. Pada kecepatan pompa satu persentase error nya sebesar 2,01%, pada kecepatan pompa 2, persentase error nya sebesar 2.02% dan untuk kecepatan 3 sebesar 1,84% . jika dibandingkan dengan alat pembanding flowmeter pada sistem SCADA Plant-Flow. Nilai error tersebut masih dalam batas toleransi yang dapat diterima, yang membuktikan bahwa sistem ini cukup andal untuk pemantauan debit air secara real-time. Kata kunci: SCADA, Plant-Flow, waterflow sensor, PLC, HMI, komunikasi Ethernet, kontrol proses, analisis data, optimasi sistem. | |
| dc.identifier.citation | APA | |
| dc.identifier.kodeprodi | KODEPRODI30402#Teknik Instrumentasi | |
| dc.identifier.nidn | NIDN0023039012 | |
| dc.identifier.nim | NIM3232301004 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/4765 | |
| dc.publisher | POLITEKNIK NEGERI BATAM | |
| dc.subject | TECHNOLOGY::Materials science::Functional materials | |
| dc.title | SCADA Plant Flow | |
| dc.title.alternative | Desain Tampilan Antarmuka SCADA Flow Dengan Sistem Komunikasi OPC UA | |
| dc.type | Book |
Files
Original bundle
1 - 3 of 3
Loading...
- Name:
- 3232301004_Proyek Akhir.pdf
- Size:
- 1.61 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- Borang_Publikasi.pdf
- Size:
- 425.85 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- Lembar_Pengesahan.pdf
- Size:
- 148.61 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description:
