Analisis Sederhana Potensi Fraud dalam pengelolaan Kas Kecil Berdasarkan Fraud Heagon Theory di Perusahaan Jasa Maritim

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
13Viewes
0Downloaded
13Accessed per month
2Countries

Abstract

Pengelolaan kas kecil memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan jasa maritim. Namun, lemahnya pengendalian internal dapat meningkatkan risiko terjadinya kecurangan (fraud). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi fraud dalam pengelolaan kas kecil berdasarkan Fraud Hexagon Theory. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor opportunity menjadi penyebab utama potensi fraud akibat lemahnya sistem pengendalian internal, seperti pencatatan kasbon yang tidak sistematis, tidak adanya batas waktu pengembalian, serta minimnya pengawasan dan audit internal. Selain itu, faktor pressure, rationalization, capability, arrogance, dan collusion turut memperkuat potensi terjadinya kecurangan dalam pengelolaan petty cash. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kepatuhan terhadap SOP, serta melakukan pengawasan secara berkala guna meminimalisir risiko fraud.

Description

Pengelolaan kas kecil (petty cash) merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran aktivitas operasional pada perusahaan jasa maritim. Meskipun memiliki nominal yang relatif kecil, tingginya frekuensi penggunaan kas kecil menyebabkan petty cash rentan terhadap potensi penyimpangan apabila tidak didukung oleh sistem pengendalian internal yang memadai. Dalam praktiknya, pengelolaan kas kecil masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti pencatatan transaksi yang belum terdokumentasi secara sistematis, lemahnya pengawasan, serta belum adanya prosedur yang jelas terkait penggunaan dan pengembalian dana. Kondisi tersebut dapat membuka peluang terjadinya kecurangan (fraud) yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Penelitian mengenai potensi fraud dalam pengelolaan petty cash pada perusahaan jasa maritim masih relatif terbatas, khususnya yang menggunakan pendekatan Fraud Hexagon Theory. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Fraud Hexagon Theory untuk menganalisis potensi kecurangan berdasarkan enam elemen utama, yaitu pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, dan collusion. Kelemahan sistem pengendalian internal, khususnya pada pengelolaan kas kecil, dapat meningkatkan peluang terjadinya kecurangan yang dipengaruhi oleh keenam elemen tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi fraud dalam pengelolaan kas kecil pada perusahaan jasa maritim serta memberikan rekomendasi perbaikan guna memperkuat pengendalian internal perusahaan.

Citation

APA STYLE

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By