Communities in Polibatam
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, Pemetaan Potensi Wisata Sebagai Dasar Penyusunan Blueprint Paket Wisata Berbasis Community-Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip(Politeknik Negeri Batam, 2025-09-28) Azhar, Muhammad Faruq; Ulfah, MutiaPengembangan desa wisata berbasis Community-Based Tourism (CBT) tidak cukup dilakukan melalui inventarisasi daya tarik, tetapi memerlukan penerjemahan potensi lokal menjadi pengalaman wisata yang terstruktur dan dapat dikelola masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi wisata Kampung Tua Bakau Serip berdasarkan kerangka 6A dan prinsip CBT, mengidentifikasi kebutuhan wisatawan, serta menyusun blueprint paket wisata yang sesuai dengan kondisi destinasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain studi kasus tunggal. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan, dengan pra-survei sebagai data pendukung. Analisis dilakukan melalui reduksi data, coding, kategorisasi, pengembangan tema, triangulasi, pemetaan 6A, analisis kesenjangan, dan sintesis rancangan produk. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan destinasi terletak pada ekosistem mangrove, edukasi lingkungan, konservasi partisipatif, dan keterlibatan masyarakat. Kesenjangan terutama terdapat pada kualitas fasilitas, navigasi dan informasi, kapasitas SDM, integrasi layanan, serta standardisasi paket. Wisatawan cenderung membutuhkan pengalaman yang edukatif, partisipatif, aman, nyaman, fleksibel, dan bermakna. Temuan diterjemahkan menjadi tiga draft paket: Mangrove Discovery Half-Day, Mangrove & Community One-Day Experience, dan Living with Mangrove 2D1N Community Stay. Blueprint merupakan draft konseptual-operasional yang masih memerlukan validasi pemangku kepentingan dan uji implementasi.Item type:Item, Strategi Penguatan Model Bisnis Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu Berbasis Evaluasi Efektivitas 6A(Politeknik Negeri Batam, 2025-09-28) Fayyad, Hikari Dafiq Al; Ulfah, MutiaEkowisata berbasis masyarakat memiliki potensi untuk mengintegrasikan penciptaan nilai ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, keberadaan daya tarik alam yang kuat tidak selalu diikuti oleh kesiapan sistem layanan dan model bisnis yang mampu mengonversi potensi destinasi menjadi nilai yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas enam elemen destinasi yaitu Attractions, Accessibility, Amenities, Available Packages, Activities, dan Ancillary Services (6A), serta merumuskan strategi penguatan model bisnis Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Batam. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan 19 informan yang dipilih secara purposif, meliputi pengelola Pokdarwis, pelaku UMKM dan pengelola lokal, wisatawan domestik dan mancanegara, pemerintah daerah, serta mitra perjalanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pendekatan hybrid deductive-inductive coding, triangulasi lintas sumber, evaluasi 6A, SWOT-TOWS, ERRC, dan Triple Layered Business Model Canvas. Hasil menunjukkan bahwa Attractions dan Activities merupakan kekuatan utama melalui edukasi mangrove dan konservasi partisipatif. Sebaliknya, standardisasi paket, informasi multibahasa, pemesanan, konsistensi amenitas, kapasitas SDM, dan kelembagaan masih membatasi konversi nilai destinasi. Penelitian mengusulkan penguatan berbasis standardisasi produk, penguatan layanan, integrasi pendapatan komunitas, kemitraan, dan tata kelola berkelanjutan.Item type:Item, Pengaruh Literasi Keuangan, Kemajuan Teknologi, dan Sikap Keuangan terhadap Keputusan Investasi Generasi Z(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-29) Diana, Mustika; Aprayuda, RiyadiPertumbuhan investasi di pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif, namun literasi dan rasionalitas keputusan finansial di kalangan generasi muda masih memerlukan perhatian khusus, terutama di Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, kemajuan teknologi, dan sikap keuangan terhadap keputusan investasi pada Generasi Z di Kota Batam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui distribusi kuesioner kepada Generasi Z Akuntansi Manajerial di lingkungan kampus Politeknik Negeri Batam. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria responden berupa individu Generasi Z yang memiliki minat maupun pengalaman melakukan investasi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh positif terhadap keputusan investasi, di mana sikap keuangan menjadi faktor yang paling dominan, sementara kemajuan teknologi terbukti tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan investasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan literatur teori perilaku serta menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait dalam meningkatkan pemahaman investasi yang rasional pada Generasi Z di Kota Batam.Item type:Item, Strategi Digital Branding dan Marketing Kampung Tua Bakau Serip Berbasis 5A Customer Path(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-28) Salsabila, Haura; Ulfah, MutiaDesa wisata berbasis komunitas sering memiliki daya tarik dan nilai lokal yang kuat, tetapi belum mampu mengintegrasikan aset tersebut ke dalam perjalanan wisatawan digital secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi digital branding dan marketing Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Batam, menggunakan 5A Customer Path sebagai kerangka diagnosis utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 17 informan yang terdiri atas pengelola/Pokdarwis, pelaku UMKM, mitra eksternal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, serta wisatawan lokal, domestik, dan mancanegara; dilengkapi observasi, dokumentasi, dan audit digital. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan coding hybrid deductive-inductive serta triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa persoalan utama destinasi bukan kekurangan daya tarik, melainkan lemahnya orkestrasi antartahap customer path. Appeal telah didukung visual mangrove, konservasi, dan pengalaman partisipatif, sedangkan Ask menjadi bottleneck informasi paling jelas, Act masih bergantung pada komunikasi personal, dan Advocate telah muncul secara organik tetapi belum dikelola sistematis. Sintesis 5A, Aaker Brand Identity, SWOT-TOWS, STP, 7P Marketing Mix, dan SMART screening menghasilkan strategi yang memprioritAskan Process, People, dan Place, dengan positioning berbasis meaningful participation. Strategi diterjemahkan ke dalam roadmap tiga fase selama 12 bulan: membangun fondasi, mengaktifkan customer path, serta melakukan optimalisasi dan penskalaan.Item type:Item, Integrasi Lean Startup dan CHSE dalam Pengembangan Model Bisnis Desa Wisata Mangrove berbasis Komunitas(Politeknik Negeri Batam, 2026-09-28) Zakiya, Lala; Ulfah, MutiaPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis desa wisata mangrove yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan melalui pendekatan Lean Startup yang terintegrasi dengan standar CHSE. Studi kasus kualitatif ini melibatkan 23 informan dari berbagai pemangku kepentingan dan wisatawan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Analisis tematik refleksif menghasilkan tujuh tema utama yang menunjukkan bahwa destinasi memiliki proposisi nilai awal yang kuat dengan orientasi menuju pariwisata regeneratif, namun belum terstruktur dalam model bisnis sistematis. Tahap build telah berjalan secara intuitif, namun tahap measure dan learn terhambat oleh lemahnya pencatatan data kunjungan harian yang terstandardisasi. Penerapan CHSE masih menghadapi kendala infrastruktur fisik dasar seperti krisis air bersih, sanitasi toilet, boardwalk, dan sampah laut. Model bisnis usulan dirumuskan menggunakan kerangka Lean Canvas dengan mengintegrasikan standar CHSE sebagai jaminan layanan dan sinyal kepercayaan. Model bisnis usulan menekankan standardisasi paket wisata, formalisasi WhatsApp Business berkatalog, buku tamu digital sebagai MVP pengukuran, integrasi CHSE sebagai jaminan layanan, serta mekanisme benefit-sharing dan kolaborasi Pentahelix untuk memperkuat keberlanjutan tata kelola. Hasil penelitian ini memperluas penerapan Lean Startup pada pariwisata berbasis komunitas berkelanjutan, yang umumnya digunakan pada rintisan teknologi.

