Communities in Polibatam
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, Rancang Bangun dan Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak Student Scoring System Berbasis Web di SLB Batam Menggunakan ISO/IEC 25010(Politeknik Negeri Batam, 2026-05-16) Cahyadin, Seto; Ardi, NoperItem type:Item, Alat Efesiensi Ruangan Otamatis (AERO)(Politeknik Negeri Batam, 2026-01-23) Suciningtyas, Ika Karlina Nur Laila; Sabani, Akbar; Fahlevi, Akbar; Erfendi, Irfan; Nurfadilla, Nana; Wati, Devi Kurnia; Junita, Santi; Siregar, Agus Reynaldi; Suciningtyas, Ika Karlina Nur LailaAbsrak—Kenyamanan lingkungan pada ruangan tertutup dipengaruhi oleh beberapa faktor kondisi seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang berperan penting dalam mendukung aktivitas pengguna. Pengaturan perangkat pendingin ruangan (AC) yang masih dilakukan secara manual sering kali kurang efisien karena tidak mampu menyesuaikan perubahan kondisi lingkungan secara cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AERO (Alat Efisiensi Ruangan Otomatis) berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi lingkungan secara real-time serta mengendalikan AC melalui web dashboard/aplikasi. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroller ESP32 sebagai pengendali utama, sensor SHT31 untuk mengukur suhu dan kelembaban, sensor TEMT6000 untuk mengukur intensitas cahaya, serta modul IR Transmitter dan IR Receiver untuk merekam dan mengirimkan sinyal inframerah dari remote control AC. Data hasil pengukuran dikirim ke basis data dan ditampilkan pada dashboard web yang mendukung pemantauan real-time dan pengelolaan beberapa ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor SHT31 mampu mengukur suhu dan kelembaban secara akurat dengan selisih pengukuran terhadap alat referensi masih berada dalam batas toleransi, sedangkan sensor TEMT6000 mampu mendeteksi perubahan intensitas cahaya secara konsisten. Pengujian modul inframerah menunjukkan bahwa sistem dapat mengendalikan AC dengan baik hingga jarak 5 meter, sementara pada jarak lebih dari 5 meter sinyal mulai tidak diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AERO mampu mengintegrasikan fungsi pemantauan lingkungan dan kendali AC dalam satu system berbasis IoT sehingga dapat mendukung pengelolaan ruangan yang lebih efektif, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan kemudahan akses pemantauan dan pengendalian melalui jaringan internet. Kata Kunci: Internet of Things (IoT), ESP32, SHT31, TEMT6000, kontrol AC, pemantauan lingkungan.Item type:Item, Analisis Pengaruh Bahan Tambah Aluminium, Tembaga, dan Tungsten pada Pengelasan GTAW Pelat ASTM A36 Terhadap Perilaku Crack(Politeknik Negeri Batam, 2026-07-28) Rizki, Ahmad; Wibowo, AriKontaminasi bahan pengotor pada proses pengelasan merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya retak yang dapat mengancam integritas struktural sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi crack behavior meliputi jenis, panjang, dan kedalaman retak pada pengelasan GTAW pelat baja ASTM A36 menggunakan variasi bahan pengotor aluminium ER5356, tembaga ERCuSn-A, dan tungsten WC018X7. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan parameter pengelasan yang dijaga konstan (arus 120 A, tegangan 14 V, kecepatan 100 mm/menit, gas pelindung argon 12 L/menit) dan variasi hanya pada jenis bahan pengotor. Pengujian dilakukan menggunakan Liquid Penetrant Testing (LPT) untuk mendeteksi jenis dan panjang retak pada permukaan, serta uji makro dengan etsa larutan HCl dan pengamatan mikroskop optik perbesaran 5× untuk mengukur kedalaman retak pada penampang melintang. Analisis kuantitatif dimensi retak dilakukan menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pengotor aluminium ER5356 menghasilkan transversal crack dengan rata-rata panjang 8,069–8,795 mm dan kedalaman retak 1,211 mm pada zona weld metal. Bahan pengotor tembaga ERCuSn-A menghasilkan branch crack dengan total panjang per retak 10,995–14,692 mm dan toe crack dengan kedalaman 0,186 mm pada zona HAZ. Bahan pengotor tungsten WC018X7 tidak menghasilkan indikasi retak pada seluruh spesimen karena titik leburnya yang sangat tinggi (~3.410°C) menyebabkan tidak terjadinya kontaminasi metalurgi pada kolam las. Urutan tingkat keparahan crack behavior dari tertinggi ke terendah adalah aluminium, tembaga, dan tungsten.Item type:Item, Smart Parking : Sistem Parkir Cerdas Untuk Penentuan Slot Parkir Berdasarkan Pengukuran Jarak Antar Kendaraan Menggunakan Metode Pengolahan Citra(Politeknik Negeri Batam, 2025-11-07) Hibrizi, Muhammad Habib; Sirait, Yogi Yudika; Prebianto, Nanta FakihDengan meningkatnya urbanisasi dan jumlah kendaraan bermotor, masalah parkir menjadi tantangan signifikan, khususnya di kawasan perkotaan. Keterbatasan teknologi dalam menemukan slot parkir yang tersedia berkontribusi pada kemacetan lalu lintas, peningkatan konsumsi bahan bakar, dan polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem parkir cerdas berbasis visi komputer yang dapat mendeteksi kendaraan secara real-time, memperkirakan ketersediaan slot parkir, dan mendeteksi pelanggaran parkir secara otomatis. Sistem ini dibangun menggunakan algoritma deteksi objek YOLO dan pelacakan BoT-SORT untuk mendeteksi dan melacak kendaraan. Estimasi ketersediaan slot dilakukan dengan menggunakan perspektif transformasi dan perhitungan jarak antar kendaraan yang dibandingkan dengan standar ukuran slot parkir. Pengujian dilakukan dalam dua tahap, yakni evaluasi akurasi deteksi dan pelacakan kendaraan serta akurasi perhitungan jarak antar kendaraan . Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi objek dengan akurasi sebesar 98,80% dan akurasi dalam menghitung jarak antar kendaraan sebesar 99,11%. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan parkir dan mendukung implementasi smart city di Indonesia.Item type:Item, Analisis Pengaruh Variasi Heat Input Pengelasan FCAW Posisi 3G Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las Baja ASTM A36(Politeknik Negeri Batam, 2026-06-29) Ridho, Rafli; Laili, NurulPengelasan adalah metode penyambungan logam yang umum diterapkan dalam sektor konstruksi dan industri perkapalan, salah satunya dengan memanfaatkan metode Flux Cored Arc Welding (FCAW). Salah satu aspek krusial dalam proses pengelasan FCAW adalah input panas, yang diartikan sebagai jumlah energi termal yang diterima oleh material selama proses pengelasan, yang berdampak pada kecepatan pendinginan, struktur metal dan karakteristik mekanik dari sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi heat input pada pengelasan FCAW posisi 3G terhadap kekuatan tarik sambungan las baja ASTM A36, serta menentukan variasi heat input yang menghasilkan kekuatan tarik paling optimal. Penelitian dilakukan dengan tiga variasi arus pengelasan, yaitu 127,5 A (WR1), 150 A (WR2), dan 170 A (WR3), menghasilkan heat input rata-rata berturut-turut sebesar 1,18 kJ/mm, 1,21 kJ/mm, dan 1,38 kJ/mm. Pengujian tarik dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) mengacu pada standar ASTM E8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara heat input dan Ultimate Tensile Stress (UTS) membentuk pola optimum, di mana nilai UTS meningkat dari WR1 ke WR2, kemudian menurun pada WR3 meskipun heat input yang diberikan paling tinggi. Nilai UTS rata-rata tertinggi diperoleh pada variasi WR2 sebesar 462,67 N/mm², sedangkan WR1 dan WR3 masing-masing menghasilkan 435,67 N/mm² dan 454,33 N/mm². Seluruh nilai UTS yang dihasilkan masih memenuhi persyaratan standar ASTM A36 sebesar 400–550 MPa, dan seluruh kegagalan terjadi pada bagian base metal dengan jenis patahan ulet (ductile failure). Dengan demikian, variasi WR2 dengan heat input sebesar ±1,21 kJ/mm merupakan kondisi pengelasan FCAW posisi 3G yang paling optimal dalam penelitian ini.

