3Viewes
Sistem Monitoring Dan Pengendalian Ventilasi Dapur Secara Real-time Berbasis ESP32 Dan Internet of Things
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
3Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Falah, Rizqi Haujan
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Aktivitas memasak menghasilkan peningkatan suhu dan asap yang dapat menurunkan kualitas udara di area dapur. Pengoperasian ventilasi secara manual dinilai kurang efektif karena tidak dapat menyesuaikan kondisi lingkungan secara real-time. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan pengendalian ventilasi dapur berbasis ESP32 dan Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor DHT22 untuk memantau suhu dan sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap. Data sensor diproses oleh ESP32 dan dikirim ke platform Antares untuk monitoring secara real-time. Selain itu, sistem dilengkapi Graphical User Interface (GUI) yang memungkinkan pengguna memantau kondisi dapur serta mengendalikan ventilasi dan exhaust fan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring suhu dan asap secara real-time, mengirimkan data secara real-time ke platform IoT, serta mengendalikan ventilasi dan exhaust fan sesuai kondisi lingkungan yang terdeteksi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat mendukung monitoring dan pengendalian ventilasi dapur secara efektif.
Description
Kualitas udara dalam ruangan merupakan faktor penting yang secara langsung memengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni[1], terutama pada ruangan tertutup dengan intensitas aktivitas yang tinggi sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas udara. Kondisi tersebut dapat menurunkan tingkat kenyamanan serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.
Penggunaan exhaust fan konvensional sebagai alat ventilasi memang umum digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan gas dari dalam ruangan[1], namun pada Exhaust fan konvensional biasanya dikendalikan manual secara fisik dengan kecepatan putar yang konstan. Hal ini sangat kurang efektif, apalagi jika digunakan dalam skala besar pada ruangan produksi[2]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat ini dapat diandalkan untuk memantau dan meningkatkan kualitas udara melalui deteksi real-time dan respons otomatis terhadap perubahan kondisi[3]. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan dan pengendalian otomatis yang mampu menjaga kondisi lingkungan tetap ideal dengan menerapkan Fuzzy Logic Mamdani[4]. logika fuzzy dinilai lebih fleksibel dalam pengambilan keputusan. Karna Logika fuzzy mempunyai konsep sebagian, dimana logika fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1[5].
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Novita Sari, Denok Wulandari, dan Sahrul (2023) yang berjudul "Penerapan Algoritma Fuzzy Mamdani pada Monitoring dan Sistem Kontrol Pemakaian Kipas Angin di Ruangan Berbasis Internet of Things” berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol kipas angin otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan algoritma logika fuzzy Mamdani. Sistem ini mampu menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis berdasarkan variabel suhu dan jumlah orang di dalam ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan tingkat akurasi tinggi, yakni mencapai 99,7%, yang dibuktikan melalui kesesuaian antara hasil implementasi menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor suhu dengan simulasi yang dilakukan di MATLAB[6].
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Silva Ukhti Filla, Rakhmat Kurniawan, dan Suhardi (2024) dalam karya berjudul "Prototype Alat Pengatur Temperatur Ruang Kerja pada Rumah Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto Berbasis IoT", telah dikembangkan sistem kendali otomatis berbasis Internet of Things yang memanfaatkan logika fuzzy Tsukamoto untuk menyesuaikan suhu dan kelembapan ruang kerja. Prototipe ini memakai NodeMCU ESP8266 dan sensor DHT11 sebagai input utama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa output defuzzifikasi dipengaruhi oleh nilai suhu dan kelembapan: apabila fuzzifikasi berada pada level lambat (1513–1717), maka kipas beroperasi lambat; pada nilai sedang (1717–1921), kipas bekerja dalam kecepatan menengah; dan jika inferensi cepat (1921–2125), kipas beroperasi dengan kecepatan tinggi. Instrumen ini menunjukkan respon adaptif yang sesuai terhadap kondisi lingkungan ruangan secara real time[7].
Penelitian oleh Ziyadatul Majidah, Ari Bianto, dan Bagus Dwi Saputra (2024) dengan judul “Implementasi Fuzzy Logic Mamdani Untuk Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT” mengembangkan sistem berbasis NodeMCU ESP32 menggunakan sensor MQ 7 (CO) dan DHT11 (suhu). Data sensor diproses menggunakan metode fuzzy Mamdani dan divisualisasikan melalui LCD serta dikirim ke database dan antarmuka web setiap dua menit. Proses defuzzifikasi menghasilkan nilai sekitar 7,37, mengindikasikan kualitas udara berada dalam kategori "Baik"[8].
Berdasarkan penelitian oleh Salwa Nur JB, Huzaeni Huzaeni, dan Salahuddin Salahuddin (2024) yang berjudul “Air Temperature and Humidity Monitoring System for Server Rooms and Data Centers Using the Fuzzy Tsukamoto Method with IoT” telah dikembangkan sistem otomasi berbasis IoT yang menggunakan algoritma fuzzy Tsukamoto untuk pemantauan suhu dan kelembapan ruangan server secara real time. Sistem ini telah diuji secara menyeluruh melalui metode Blackbox dan Whitebox, di mana seluruh komponen hardware dan logika fuzzy bekerja dengan baik tanpa kegagalan[9].
Citation
IEEE
