Sensor Pendeteksi Diabetes tipe 1 dari Hembusan Nafas
Loading...
Date
Authors
Nababan, Aldy Franendy
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi dini diabetes tipe 1
secara non-invasif melalui analisis hembusan napas berbasis sensor gas. Sistem
menggunakan sensor Metal-Oxide Semiconductor (MOS) untuk mendeteksi
senyawa aseton, yang kadarnya meningkat pada penderita diabetes. Sensor
dihubungkan dengan aplikasi Android yang dikembangkan menggunakan Kotlin,
dengan antarmuka dirancang melalui Figma. Data kadar aseton ditampilkan secara
real-time dan dilengkapi grafik serta notifikasi hiperglikemia. Pengujian dilakukan
dengan simulasi gas sintetis dan dianalisis menggunakan algoritma decision tree,
menghasilkan akurasi deteksi sebesar 80% pada sepuluh responden. Sistem ini
efektif untuk skrining awal, namun belum menggantikan diagnosis medis
profesional. Pengembangan lebih lanjut dan validasi klinis skala besar masih
diperlukan.
Description
Diabetes Mellitus Tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Tanpa insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi, sehingga tubuh memecah lemak melalui proses ketogenesis. Proses ini menghasilkan badan keton, salah satunya aseton, yang dapat terdeteksi dalam hembusan napas.
Metode pemeriksaan konvensional menggunakan tes darah (finger-prick) bersifat invasif, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan memerlukan alat habis pakai. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan metode non-invasif berbasis analisis napas, dengan mendeteksi kadar aseton sebagai indikator metabolik tidak langsung dari kondisi diabetes tipe 1.
Penelitian ini tidak bertujuan menggantikan diagnosis medis, melainkan sebagai alat skrining awal (early screening tool).
Keywords
Citation
APA
