Sistem Pendeteksi Formalin pada Ikan dengan Sensor HCHO dan Sensor pH Menggunakan Metode Fuzzy Logic

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Sitohang Rainhart
Siregar Malindo Jum

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendeteksi kadar formalin dan pH pada ikan menggunakan metode Logika Fuzzy Mamdani. Sistem terdiri dari sensor HCHO dan sensor pH sebagai input sistem, dan mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai pemroses data. Data diproses secara real-time dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori. Pengujian dilakukan pada sampel ikan kakap dengan durasi 1–60 menit dan pengulangan 10 kali percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan sistem sebesar 91%. Sistem mampu mengidentifikasi kadar formalin serta mengklasifikasikannya pada kategori aman (formalin 0 ppm, pH 6,5), waspada (12,42 ppm, pH 6,64), dan bahaya (19,29 ppm, pH 5,42). Implementasi sistem ini dapat memudahkan pendeteksian formalin pada ikan secara langsung dan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya formalin. Sistem ini menawarkan solusi praktis dan ekonomis untuk pengawasan mutu ikan yang dijual di pasaran.

Description

Provinsi Kepulauan Riau memiliki posisi geografis yang sangat strategis, membentang dari Selat Malaka hingga Laut China Selatan yang berdekatan dengan Kepulauan Natuna dengan luas wilayah mencapai 251.810 km². Provinsi ini didominasi oleh perairan yakni 96% dari total wilayahnya merupakan lautan, sementara hanya 4% yang berupa daratan [1]. Keunggulan geografis ini tidak hanya menjadikan Kepulauan Riau sebagai gerbang utama bagi aktivitas maritim dan perdagangan, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi berbasis kelautan serta menghasilkan keragaman ikan yang sangat signifikan [2]. Ikan adalah sumber makanan yang sangat penting bagi manusia karena kaya akan protein, asam lemak omega-3, vitamin D, dan berbagai mikronutrien esensial lainnya [3]. Salah satu jenis ikan laut yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat adalah ikan kakap, ikan ini terkenal dengan dagingnya yang lezat dan gurih serta kandungan proteinnya yang tinggi. Untuk menjaga kualitas ikan segar dan mencegah pembusukan, penjual biasanya melakukan pengawetan [4]. Metode pengawetan yang umum digunakan adalah pendinginan dengan memanfaatkan es balok, metode ini berfungsi menjaga suhu ikan dan memperlambat pertumbuhan mikroba yang menyebabkan pembusukan. Namun metode ini memiliki beberapa kekurangan antara lain pendinginan yang tidak merata dan potensi kerusakan fisik pada ikan yang menyebabkan turunnya kualitas ikan. Selain itu, metode ini membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, penanganan dan operasional yang cukup rumit, serta kurangnya pasokan es balok. Hal ini mendorong beberapa oknum penjual melakukan praktik curang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet ikan. Formalin adalah senyawa kimia yang berbentuk seperti gas atau cair dengan rumus kimia H2CO. Formalin merupakan salah satu zat kimia yang dilarang penggunaannya pada makanan sebagai pengawetan [5], karena dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia seperti keracunan, gangguan pernafasan, iritasi kulit, dan kanker. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengusulkan alat pendeteksi kandungan formalin pada ikan dan jenis bahan makanan lainnya. Pada penelitian [6] menggunakan satu sensor namun sistem sudah terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Selanjutnya pada penelitian [7] menggunakan metode K-Nearest Neighbor dengan tingkat akurasi 90%. Penelitian [8] menghasilkan tingkat akurasi sebesar 92% dengan menggunakan tiga sensor. Kemudian pada penelitian [9] menggunakan metode image processing namun rentan terhadap gangguan cahaya, dan pada penelitian [10] menggunakan dua sensor yaitu HCHO dan MQ7 dengan tingkat akurasi 95%. Berdasarkan permasalahan dan hasil dari penelitian sebelumnya, maka pada penelitian ini dirancang suatu sistem pendeteksi formalin pada ikan menggunakan metode Fuzzy Logic Mamdani yang dapat mengklasifikasikan kadar formalin pada ikan kakap dengan kondisi aman (ikan tidak mengandung formalin), waspada (ikan dengan kadar formalin sedang), dan bahaya (ikan dengan kadar formalin tinggi). Penelitian ini dirancang menggunakan beberapa komponen, seperti sensor HCHO yang berguna untuk mendeteksi gas formalin, sensor pH sebagai pengukur keasaman pada ikan dan kemudian diproses oleh mikrokontroler arduino mega 2560, serta hasil pendeteksian akan ditampilkan pada LCD. LED sebagai indikator klasifikasi tiga kategori kandungan formalin pada ikan, dan buzzer akan mengeluarkan bunyi sesuai kondisi dari ikan yang terdeteksi.

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By