ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PENGELASAN ARUS KONVENSIONAL DAN ARUS SINGLE PULSE PADA PENGELASAN FCAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERSAN MATERIAL A36

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Hamed, Nassem

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Dalam pengelasan, pengendalian heat input sangat penting untuk mencapai hasil las yang optimal. Salah satu metode untuk mengendalikan heat input adalah dengan menggunakan pengelasan arus single pulse. Optimalisasi heat input merupakan aspek kunci dalam industri fabrikasi karena hal ini mempengaruhi struktur mikro benda kerja hasil las; selain itu, kekerasan material hasil las juga merupakan faktor krusial yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelasan FCAW pada material ASTM A36 dengan membandingkan pengelasan arus konvensional dan pengelasan arus single pulse. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji kekerasan Vickers dan analisis struktur mikro. Pengujian kekerasan Vickers pada weld metal menghasilkan nilai kekerasan rata-rata sebesar 182,7 HV untuk pengelasan arus single pulse dan 178,67 HV untuk pengelasan arus konvensional. Pada daerah HAZ kekerasan rata-rata adalah 154,5 HV untuk pengelasan arus single pulse dan 146,5 HV untuk pengelasan arus konvensional. Analisis struktur mikro terkait ukuran butir rata-rata menunjukkan nilai 5,16 μm untuk zona logam las yang dilas dengan arus konvensional, dibandingkan dengan 4,32 μm untuk pengelasan arus single pulse; sementara pada HAZ, ukuran butir rata-rata adalah 3,03 μm untuk pengelasan arus konvensional dan 2,56 μm untuk pengelasan arus single pulse.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By