Jurusan Teknik Mesin
Permanent URI for this communityhttps://repository.polibatam.ac.id/handle/PL029/1751
Browse
268 results
Search Results
Item IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN KASUS UNWANTED FUEL TRANSFER PADA PESAWAT BOEING 737-900ER(Politeknik Negeri Batam, 2025-01-24) Ahmad Syafi'i, Ceng Imam; Dzulfiqar,Mohamad Alif; Cahyagi,DanangFuel transfer system pada pesawat Boeing B737-900ER merupakan bagian dari fuel system yang dirancang untuk memindahkan bahan bakar dari satu tangki ke tangki lain guna memastikan distribusi yang seimbang atau untuk keperluan operational tertentu. Pada pesawat ini, bahan bakar disimpan di tiga tangki utama, yaitu main tank 1, main tank 2 dan center tank. Fuel transfer dilakukan dari tangki center atau tangki lain jika diperlukan untuk menyeimbangkan berat pesawat atau memastikan supply distribution fuel ke Engines dan APU (Auxiliary Power Unit). Indikasi yang menunjukkan aktivitas atau masalah pada fuel transfer system dapat terlihat di cockpit melalui fuel indicator dan warning light seperti fuel imbalance warnings, fuel transfer in progress and abnormal fuel transfer (unwanted fuel transfer). Dalam penelitian yang saya ambil ini terdapat kondisi abnormal dimana terjadinya unwanted fuel transfer from the no.2 tank to the center tank pada fuel transfer system yang akan saya bahas agar dapat mengetahui penyebab terjadinya dengan indikasinya dan penangan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tahapan yang dilakukan dengan cara mempelajari fungsi komponen dan cara kerja sistem dengan menggunakan referensi Boeing B737-900ER Aircraft Maintenance Manual (AMM), melakukan pemecahan masalah, melakukan inspeksi sesuai dengan rekomendasi dari Boeing Message Number (BMN), melaksanakan repair prosedur berdasarkan Structure Repair Manual (SRM) dan melakukan pengetesan menggunakan referensi Aircraft Maintenance Manual (AMM) yang bertujuan untuk memastikan permasalahan yang terjadi telah terselesaikan.Item Identifikasi dan Tindakan Preventif Terhadap Cacat Produk Maincarrier Pada Proses Umbug Fabrikasi Interior Mobil(Politeknik Negeri Batam, 2025-03-13) CANOVER, MUHAMMAD RENOELDI; Aryswan, AdeProses umbug merupakan salah satu proses akhir sebelum dilanjutkan ke mesin assemble. Proses umbug adalah pengecekan lem dan merapikan kulit yang berlebih setelah dilakukan tekanan dari mesin laminating. Pada proses umbug biasanya sering terjadi cacat komponen yang dikarenakan oleh operator umbug. Cacat komponen yang dihasilkan berupa pemotongan kulit yang berlebih dan kulit yang terbakar. Setelah melakukan identifikasi cacat komponen, ternyata lebih banyak cacat komponen karena kulit terbakar. Kulit terbakar karena penggunaan heatgun yang terlalu panas dan jarak antara heatgun dan kulit terlalu dekat. Penelitian ini dibuat dengan metode pengecekan visual dengan melihat hasil produksi dan kualitas produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencegah adanya cacat komponen berupa kulit yang terbakar akibat penggunaan heatgun yang terlalu panas. Setelah melakukan pengumpulan data pengunaan heatgun dengan settingan heatgun yaitu dengan settingan 7, settingan 8 dan settingan 9. Settingan 8 merupakan hasil yang bagus dengan temperatur 350° C - 400° C karena lem akan meleleh pada temperatur tersebut namun juga masih dapat di tolelir oleh kulit sehinnga tidak terdapat cacat komponen berupa kulit yang terbakar dan mendapatkan 8 pcs komponen dalam satu jam.Item Pengaruh Tekanan Gas Oksigen dan LPG pada Proses Pemotongan Cutting Torch Pipa Carbon Steel 4 Inchi(hairi deswanto, 2025-03-05) Deswanto,hairi; Stefani Windy; hakim rahmanPenggunaan gas LPG dan oksigen sangat umum dalam proses pemotongan pipa dan plat menggunakan cutting torch. Kesalahan dimensi hasil akhir dalam proses pemotongan sering terjadi, dikarenakan tekanan gas yang tidak sesuai dengan dimensi benda yang dipotong. Untuk mengurangi kesalahan pemotongan menggunakan cutting torch dapat dilakukan dengan pengaturan tekanan gas potongaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan hasil terbaik tekanan gas oksigen dan LPG pada proses pemotongan cutting torch pipa carbon steel dengan diameter 4 inchi yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan variasi 50 lb/in2 gas oksigen dan 50 lb/in2 LPG, 30 lb/in2 gas oksigen dan 70 lb/in2 LPG, 50 lb/in2 gas oksigen dan 30 lb/in2 LPG. Berdasarkan hasil pengujian tiga variasi tersebut, pemotongan mengggunakan variasi gas oksigen 30 lb/in2 dan gas LPG 50 lb/in2 lebih efektif, dikarenakan pemotongan dengan menggunakan variasi tersebut memiliki nilai rata rata pemotongan sebesar 49,71 mm dan penyusutan 2,29 mm. Sedangkan dibandingkan dengan pemotongan dengan gas oksigen 50 lb/in2 LPG 50 lb/in2 memiliki rata-rata pemotongan 47,08 mm dan penyusutan 4.92 mm, sedangkan tekanan gas oksigen 30 lb/in2, LPG 70 lb/in2 dengan rata-rata 45,07 mm 6,93 mm. Oleh karena itu tekanan gas yang efektif untuk melakukan pemotongan pipa carbon steel ukuran 4 inchi ketebalan 6.02 mm yaitu menggunakan tekanan gas oksigen 30 lb/in2 dan gas LPG 50 lb/in2.Item STUDI KASUS FAN BLADE VIBRATION PADA ENGINE CFM56-5B4 PESAWAT AIRBUS A320-214(Politeknik Negeri Batam, 2025-01-28) Saputra, Bayu Dwi; Saputra, Ihsan; Arifin, Nurul LailiAbstrak Pada pesawat Airbus A320-214 terdapat komponen utama salah satunya Engine. Engine pesawat adalah salah satu komponen kunci yang membuat pesawat mampu terbang. Fungsi utama dari Engine pesawat adalah menghasilkan daya dorongan yang cukup untuk mengatasi hambatan aerodinamis dan gravitasi, sehingga pesawat dapat mengangkat badan pesawat dan terbang. Engine selalu digunakan oleh pesawat untuk itu beban kerja engine sangat besar sehingga dapat menimbulkan masalah salah satunya engine fan blade vibration atau bisa disebut juga N1 vibration. Bagian fan blade perlu mendapat perhatian lebih ketika melakukan perawatan,salah satunya Engine fan blade relubrication, Engine fan blade relubrication adalah proses perawatan pada komponen fan blade yang dilakukan tiap 3000 flight cycle yang telah ditentukan aircraft maintenance manual/AMM.[1].Tujuan dari penelitian ini yaitu membahas langkah-langkah serta cara penanggulangan engine vibration N1/ Engine Fan rotor blade yang terdiri dari beberapa metode yaitu pelepasan fan blade,inspection, relubrication, pemasangan dan pengetesan. Hasil pengerjaan ini adalah mendapatkan nilai N1 vibration yang lebih kecil dari 1,6 – 2,6 units menjadi 0,6 units sehingga engine dapat berkerja lebih optimal dan sesuai dengan ketentuan dari Aircraft maintenance manual sehingga pesawat dapat terbang dengan kondisi lebih aman. Abstract On the Airbus A320-214 aircraft, there are main components, one of which is the Engine. The aircraft engine is one of the key components that makes the aircraft able to fly. The main function of the aircraft Engine is to produce sufficient thrust to overcome aerodynamic and gravitational resistance, so that the aircraft can lift the fuselage and fly. The engine is always used by the aircraft for that the engine workload is very large so that it can cause problems, one of which is engine fan blade vibration or can also be called N1 vibration. The fan blade section needs more attention when carrying out maintenance, one of which is Engine fan blade relubrication, Engine fan blade relubrication is a maintenance process on the fan blade component which is carried out every 3000 flight cycles that have been determined by the plane maintenance manual / AMM. [1]. The purpose of this study is to discuss the steps and means of overcoming engine vibration N1/ Engine fan rotor blade which consist of saveral methods, namely removing the fan blade,inspection,relubrication,installation and testing. The result of this research is to obtain a smaller N1 vibration value from 1.6-2.6 units to 0.6 units so that the engine can work more optimally and in accordance with the previsions of the Aircraft maintenance manual so that the aircraft can fly in safer conditions. Keyword: Studi Kasus Fan Blade Vibration Pada Engine CFM56-5B4 Pesawat Airbus A320-214Item Analisis Pengaruh Bentuk Lambung Terhadap Hambatan dan Stabilitas Pada Inland Passenger Vessel di Sungai Danube, Hungaria(Politeknik Negeri Batam, 2025-01-20) Rifai, Muslim Syaifullah; Cahyagi,Danang; Fyona, AnnisaSungai Danube merupakan jalur perairan vital di Eropa yang mendukung transportasi dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bentuk lambung kapal penumpang inland waterways, yaitu monohull dan catamaran, terhadap nilai hambatan dan stabilitas kapal di Sungai Danube. Data menunjukkan bahwa selama sembilan bulan di tahun 2021, terjadi pengangkutan kargo signifikan di wilayah ini, dengan Budapest sebagai salah satu pusat pariwisata utama. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hambatan menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance dan perhitungan manual dengan metode Holtrop. Hasil menunjukkan bahwa lambung catamaran memiliki nilai hambatan dan daya lebih tinggi dibandingkan monohull, meskipun keduanya dirancang dengan spesifikasi yang sama. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan Maxsurf Stability Enterprise, menunjukkan bahwa stabilitas lambung monohull tidak memenuhi kriteria IMO pada beberapa kondisi pembebanan, sementara catamaran memenuhi semua kriteria yang ditetapkan. Dalam hal efisiensi bahan bakar, kapal monohull lebih unggul, mampu melakukan sembilan trip per pengisian bahan bakar, sedangkan catamaran hanya delapan trip. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun lambung monohull lebih efisien dalam hal hambatan dan konsumsi bahan bakar, lambung catamaran memiliki keunggulan dalam stabilitas. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan desain kapal penumpang yang lebih baik dan sesuai dengan karakteristik Sungai Danube.Item Estimasi Waktu Dan Biaya Pada Proses Coating(2024-07-10) Nur Cahaya Putra Nur Cahaya Putra; baharudin,budi; Kamsyah, DomiCoating is a process of adding a special layer to the surface of a vehicle's paint so that the special paint makes the vehicle look glossy, clean and new. Many vehicles are dull and the paint color is starting to fade. Because of this, I started a vehicle coating business. So that it can become a place to care for vehicle cats and invite young people and the public to pay more attention to the vehicles they use every day so that they look clean and tidy. Many people are confused and afraid of caring for vehicle cats because of the time and costs involved. This article presents the coating process on vehicles, estimated time and costs for 1 unit of HONDA CB 200 vehicle.Item PROSES PERHITUNGAN SOUNDING TABLE PADA KAPAL TUGBOAT 2 X 837 HP(2025-02-20) Jafar, Mhd JasminProses kalibrasi tangki kapal memainkan peranan penting dalam pengelolaan muatan cairan untuk memastikan akurasi pengukuran volume cairan berdasarkan kedalaman sounding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kalibrasi tangki pada kapal menggunakan pendekatan interpolasi linear dan regresi polinomial, serta menyusun tabel sounding yang lebih akurat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Maxsurf Modeler dan Maxsurf Stability untuk memodelkan tangki kapal secara tiga dimensi. Hasil simulasi digunakan untuk menghitung volume cairan pada berbagai kondisi trim kapal. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data sounding awal, penghitungan interpolasi, dan regresi polinomial untuk memvalidasi volume pada kondisi trim yang berbeda (0.2 m dan 0.4 m). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode interpolasi linear menghasilkan volume akhir sebesar 25.63 m³, sementara regresi polinomial menghasilkan nilai sebesar 25.211 m³. Perbedaan hasil yang kecil antara kedua metode menunjukkan bahwa regresi polinomial memiliki keunggulan dalam memberikan estimasi yang lebih stabil pada variasi trim kapal. Tabel sounding yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional kapal, khususnya dalam proses pengukuran muatan cairan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan tangki kapal dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis teknologi, mendukung akurasi dalam pengambilan keputusan operasional di industri maritim.Item Analisis Faktor-Faktor Kegagalan dalam Proses CNC Plasma Cutting untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dengan Metode FMEA(2025-02-20) Sihura, Wilherwelmus; Yuniarsih, NidiaProses pemotongan plasma CNC merupakan salah satu teknologi pemotongan logam yang banyak digunakan di sektor industri karena kecepatan dan keakuratannya dalam memotong material. Namun beberapa faktor dalam proses, seperti pemotongan yang tidak tepat, kerusakan mesin, dan kerusakan material, mengakibatkan pemborosan waktu dan sumber daya, serta menghambat proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kegagalan pada proses pemotongan plasma CNC dan menganalisisnya menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Analysis Effect). Metode ini memungkinkan identifikasi dan penilaian risiko dari berbagai potensi kegagalan, serta dampaknya terhadap kualitas produk dan waktu produksi. Data penelitian diperoleh dengan observasi langsung dan wawancara dengan operator serta analisis dokumen terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang menyebabkan kegagalan meliputi electrode atau nozzle yang aus dan tidak berfungsi dengan baik, tekanan udara yang tidak mencukupi dan stabil, serta kurangnya pemeliharaan secara rutin. Kerusakan pada nozzle dan masalah pada arc start (gagal memulai pemotongan) memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 192 dan 140, sehingga menjadi prioritas dalam tindakan perbaikan. Dengan mengimplementasikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil FMEA, diharapkan efisiensi produksi dapat meningkat secara signifikan, mengurangi downtime, dan meningkatkan kualitas produk akhir. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi industri dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing.Item Pengaruh Kecepatan Potong Konstan (G96) dan Kecepatan Putaran Konstan (G97) Pada Kehalusan Permukaan Material ST 37 dan S45C Pada Mesin CNC Bubut(2024-07-16) Adimas; Baharudin, Budi; Cahyagi,DanangThe progress of manufacturing technology is increasingly rapid, all competing to be the best, the need for high quality products produced at high production speeds as well. This trial research is to determine the results of product surface smoothness using constant cutting speed (G96), determine the results of product surface smoothness using constant rotation speed (G97), and determine the comparison of surface smoothness quality from the results of the two experiments using 2 different types of materials namely ST 37 and S45C. This research method is experimental research, turning ST 37 and S45C steel specimens with the same parameters using each program mode from G96 and G97. Each specimen will be turned in stages, namely with 2 levels only and each level will be tested as many as 3 points of surface quality using a measuring tool, namely the Mitutoyo surface tester. The measurement results will be obtained from the average surface smoothness or roughness of the two specimens with details of the ST 37 specimen using a constant cutting speed parameter of µm 2.27 in class N7 and a constant rotation speed parameter of µm 3.03 in class N8, while in the S45C specimen using a constant cutting speed parameter of µm 2.22 in class N7 and a constant rotation speed parameter of µm 3.08 in class N8. G96 mode parameters are better and better results than using G97 mode in turning done on a CNC machine.Item PEMBUATAN SPECIMEN WELDING PLATE MILD STEEL UNTUK UJI PENETRANT(2024-07-05) Nuryanto, Fajar Dwi; Mutiarani; Puspita, Roza