Jurusan Teknik Mesin

Permanent URI for this communityhttps://repository.polibatam.ac.id/handle/PL029/1751

Browse

Search Results

Now showing 1 - 10 of 288
  • Item
    Pengaruh Variasi Suhu Preheating dan Normalizing Terhadap Kualitas Sambungan Las FCAW Pada Instalasi V-Bracket Baja S355K2 dan Cast Iron
    (Politeknik Negeri Batam, 2025-08-06) Pratama, Rahmat Nanda; Perkasa, Nanda Veryawan; Fadilah, Nurul
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu preheating dan perlakuan normalizing terhadap kualitas sambungan las FCAW pada instalasi V-Bracket berbahan baja S355K2 dan Cast Iron. Pengelasan dilakukan dengan tiga variasi suhu preheating: 90°C, 150°C, dan 190°C, diikuti dengan perlakuan normalizing untuk menurunkan tegangan sisa serta memperbaiki mikrostruktur. Kualitas sambungan diuji menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT) yang mencakup Ultrasonic Testing (UT) untuk mendeteksi cacat internal dan Magnetic Particle Testing (MPT) untuk mengidentifikasi cacat permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu preheating 90°C dan 150°C masih menimbulkan cacat berupa retak sepanjang 2–5 mm dan porositas. Sebaliknya, pada suhu 190°C tidak ditemukan cacat baik melalui UT maupun MPT, sehingga suhu ini dinyatakan optimal. Perlakuan normalizing juga efektif meningkatkan kualitas sambungan.
  • Item
    REDESIGN DAN ANALISIS PADEYE UNTUK OPERASI LIFTING PADA KONSTRUKSI BARGE PANEL TRANS BULKHEAD
    (Politeknik Negeri Batam, 2025-07-14) Pakpahan, Rita Handayani; Fyona, Annisa
    Padeye merupakan komponen krusial dalam sistem lifting pada proses fabrikasi kapal, khususnya pada struktur panel trans bulkhead. Kesalahan dalam perancangan maupun pemasangan padeye dapat menyebabkan kegagalan pengangkatan yang berisiko terhadap keselamatan kerja dan efisiensi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang (redesign) dan menganalisis padeye berdasarkan beban aktual yang terjadi pada proses lifting block konstruksi barge, dengan pendekatan simulasi numerik berbasis Finite Element Method (FEM). Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan geometri, penentuan titik center of gravity (CoG), konfigurasi rigging dengan 4 sling leg, dan verifikasi desain berdasarkan aturan DNVGL-ST-N001 serta NORSOK R-003. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak SolidWorks dengan parameter tegangan maksimum Von Mises, deformasi total, dan nilai safety factor sebagai indikator kelayakan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain awal padeye menghasilkan deformasi ekstrem sebesar 596.062 mm, yang jauh melebihi batas aman 3 mm, meskipun masih memenuhi batas tegangan. Setelah dilakukan redesign, model padeye yang baru menunjukkan performa yang jauh lebih baik dengan tegangan maksimum 39.5 MPa, deformasi hanya 1.372 mm, dan nilai safety factor sebesar 6.96, yang berarti sangat aman digunakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap deformasi selain kekuatan material, serta validasi desain secara menyeluruh sebelum implementasi di lapangan. Hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi peningkatan keselamatan dan efisiensi dalam proses lifting pada industri konstruksi kapal.
  • Item
    Optimasi Kebutuhan Pelat Baja Pada Fabrikasi Blok 03 Kapal 70m Menggunakan Modul Nesting Pada Software Turbonest.
    (Politeknik Negeri Batam, 2025-08-25) Harves Duha Harves Duha; Perkasa, Nanda Veryawan
    Pembangunan kapal 70 meter tipe Anchor Handling Tug/Safety Standby Vessel merupakan kapal yang di buat menggunakan metode modular, yaitu pembangunan kapal yang di lakukan berdasarkan pembagian setiap bloknya untuk memudahkan dalam pengerjaannya.Salah satu blok yang merupakan hasil metode modular adalah blok 03. Tingginya kebutuhan pelat baja dalam blok ini perlunya strategi pemotongan yang tepat agar dapat mengurangi sisa material serta menekan biaya produksi.Salah satu metode yang terbukti sangat efisien dalam proses pemotongan pelat adalah penerapan perangkat lunak khusus untuk nesting, yakni TurboNest. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pengoptimalan penggunaa baja pada blok 03 dengan menggunakan software turbonest. Perhitungan penggunaan pelat yang di gunakan di blok 03 serta analisis dari hasil penyusunan pelat baja yang di lakukan di turbonest di bagi menjadi 3 metode yaitu perbandingan efesiensi manual dan autonesting, metode nesting geometrik, dan metode pemanfaatan material.Perhitungan penggunaan pelat baja di blok ini menunjukkan bahwa pemanfaatan material mencapai 80%, menunjukkan bahwa sebagian besar pelat dapat dimanfaatkan secara efektif meskipun terdapat bentuk pelat yang kompleks seperti bentuk pelat yang tidak beraturan, terdapat lubang atau radius di pelat bajanya. Dengan efesiensi geometric mencapai 96.47%, menunjukkan bahwa peletakkan pelat baja ketika di susun di turbonest sangat tinggi tingkat kerapatannya.Kemudian penyusunan pelat dengan metode manual memberikan efesiensi lebih tinggi namun sedikit lama dari pada autonest yaitu dengan metode manual nest membutuhkan waktu 5 menit dengan efisiensi geometrik mencapai 96.73% sedangkan metode autonest membutuhkan waktu hanya 30 detik dengan efisiensi 92.73%. Dari hasil tersebut dapat di simpulkkan bahwa penggunaan turbonest dapat mengurangi pemborosan dan dapat meningkatkan produktivitas.
  • Item
    Identifikasi Penyebab Tidak Berfungsinya Keran Lavatory Pada Pesawat Airbus 320-200HS-CBK
    (2025-07-04) SIREGAR PARSAULIAN TUA MANAEK, MANAEK TUA PARSAULIAN SIREGAR
    This final project discusses the identification of the causes of a malfunctioning faucet in the lavatory of an Airbus A320-200 aircraft with registration HS-CBK. The lavatory is an essential facility that supports passenger comfort and ensures compliance with aircraft operational hygiene standards. The research was carried out through field studies, direct observation, consultation with technicians, and analysis of damage data from several aircraft of the same type. The analysis results indicate that the main factors causing the lavatory faucet to malfunction are leaks due to corrosion in the faucet or solenoid valve, as well as issues with the infrared sensor. The troubleshooting process included component inspections, sensor function testing, and replacement of damaged parts. The conclusion of this study is that leakage is the primary cause of the faucet malfunction, which can be resolved by replacing the faulty components to maintain optimal faucet performance and support the aircraft’s operational airworthiness.
  • Item
    Pemodelan dan Analisis Kekuatan Struktur Midship dengan Metode Finite Element Analysis (FEA) pada Deck Cargo Barge 300 x 86 x 20 Feet
    (Politeknik Negeri Batam, 2025-08-05) Pratama, Rezqy Al Qamar; Havwini, Tian; Saihilmi, Muhammad Irsyad
    Kapal tongkang digunakan untuk mengangkut muatan berat dalam jumlah besar dan memerlukan struktur yang kuat serta aman. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur menggunakan Tekla Structure, menganalisa kekuatan dengan metode Finite Element Analysis (FEA) melalui perangkat lunak Solidworks, dan membandingkan desain asli galangan dengan desain yang dimodifikasi untuk mencari mana yang lebih efisien dari segi kekuatan dan penggunaan material. Desain yang dibandingkan antara lain desain asli galangan dengan pemakaian 38 batang stiffener dan 20 batang transversal web, desain modifikasi dengan 34 batang stiffener dan 20 batang transversal web, 30 batang stiffener dan 20 batang transversal web, 26 batang stiffener dan 20 batang transversal web, serta 38 batang stiffener dan 12 batang transversal web. Analisis difokuskan pada bagian midship dalam kondisi pembebanan statis merata untuk mengetahui distribusi tegangan dan efektivitas penguat struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain modifikasi dengan penggunaan 30 batang stiffener dan 20 batang transversal web yang diusulkan mampu mempertahankan kekuatan struktur dengan safety factor 2, sekaligus memberikan penghematan material hingga 21%. Temuan ini memberikan indikasi bahwa pembangunan kapal tongkang berukuran 300 x 86 x 20 feet dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kekuatannya. Namun demikian, karena analisis yang dilakukan hanya mempertimbangkan beban statis, diperlukan kajian lanjutan untuk menganalisis pengaruh beban dinamis pada kondisi operasional sebenarnya.
  • Item
    Desain Kapal Extension Barge sebagai Fasilitas Tambahan Sandar Kapal dengan Memperhatikan Pengaruh Pasang Surut di Perairan Galangan Kapal X
    (Politeknik Negeri Batam, 2025-08-06) Absor, Teuku Liulil; Satoto, Wiratno Sapto; Hakim, Rahman
    Keterbatasan fasilitas sandar di Galangan Kapal X, yang disebabkan oleh kedalaman perairan yang tidak memadai dan keterbatasan infrastruktur Jetty, mendorong perlunya solusi alternatif yang fleksibel dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep dan desain teknis Extension Barge sebagai dermaga tambahan yang dapat digunakan secara efektif dalam kondisi pasang surut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang mencakup denah galangan kapal, data pasang surut, kontur perairan, serta parameter desain Jetty. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan penentuan ukuran utama Barge, pembuatan layout peletakan, desain rencana umum (General Arrangement), hingga permodelan 3D menggunakan perangkat lunak Autocad dan Rhinoceros. Sistem mooring juga dirancang untuk memastikan keamanan kapal saat bersandar, dengan penambahan pneumatic fender. Hasil perancangan menunjukkan bahwa desain Extension Barge yang diajukan mampu memenuhi kebutuhan fasilitas sandar tambahan dengan mempertimbangkan variabilitas pasang surut laut. Dengan implementasi desain ini, Galangan Kapal X dapat meningkatkan efisiensi operasional tanpa perlu membangun dermaga permanen yang berbiaya tinggi.
  • Item
    -
    (2024) Wardanas, Samsu; Fajrin, Aulia; Hanifah, Widiastuti
    Dalam mengetahui permasalahan pada mesin coating yang mempengaruhi kualitas yang terjadi maka dilakukan pengujian terhadap spesifikasi kode spray tip coating karena beberapa ditemukan cacat produk pada saat produksi berjalan. Cacat produk yang sering ditemukan pada proses coating yaitu: sagging, holiday, orange peel dan pin hole. Penyebab kualitas pelapis yang kurang optimal umumnya terletak pada pengaturan spray tip dan pressure pump yang tidak optimal. Maka dilakukan pengujian visual pada pipa ukuran 9 ⅝ inch dan pembuatan sampel hasil pengujian visual untuk pengaturan pressure pump dan spray tip. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali dengan variasi pengaturan spray tip yang berbeda dengan kode ukuran 613, 615 dan 617 yang memiliki arti sebagai berikut: -lebar kipas spray tip digit pertama (6) 6 X 2=12 Inch, -ukuran lubang spray tip: dua digit terakhir (13,15, dan 17) 0.013 Inch, 0.015 Inch ,0.017 Inch. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi hasil reject pada proses coating pipa OCTG (Oil Country Tubular goods). Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam memilih kode spray tip yang tepat untuk mencapai kualitas hasil coating yang sesuai spesifikasi yang diinginkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan pengaturan yang optimal pada spray tip dan pressure pump dengan kode spray tip 613 serta pressure pump 2 Bar. Penggunaan spray tip 613 dalam proses coating memberikan hasil coating yang lebih baik, karena mengurangi reject pada proses coating untuk pipa berukuran 9 ⅝ Inch berdasarkan pengujian visual, jika dibandingkan banyaknya pipa yang reject dengan menggunakan pengaturan spray tip variasi kode 615 dan 617.
  • Item
    Identifikasi Sensor Tekanan Pompa Error pada Panel Monitor Komatsu PC130: Penyebab, Dampak dan Solusi Pemulihan Sistem Kontrol
    (https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/52, 2025-04-25) Mustaqim, Mustaqim; Nova, Mohammad Andi; Mutiarani
    Kesalahan nilai pada pembacaan sensor tekanan dalamsistemekskavator merupakan masalah yang sangat krusial dalam operasionalalat berat. Kesalahan pembacaan tersebutakanberdampak terhadapnilai input pada sistem lainnyaseperti padasistem kontrol hidraulik dan menurunnyaefisiensi operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab, dampak, dan solusi pemulihan terhadap malfungsi sensor pada alat berat Komatsu PC130 milik PT. Rimba Prima Mas. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis berbasis wiring diagrammaka penelitian iniditemukan bahwa kerusakan konektor wiring harnessakibat faktor eksternal sehingga dampak yang ditimbulkan mencakup distribusi tekanan hidraulik yang tidak stabil dan penurunan performa alat berat. Solusi yang diterapkan yaitu dilakukan penyambungan sementara (temporary)untuk mendukung operasional mendesak dan terbukti efektif dalam memulihkan fungsi sensor dan sistem kontrol. Temuan ini juga menekankan pentingnya pemeliharaan preventif, perlindungan wiring harness, serta peningkatan kesadaran operator untuk mengurangi risiko kerusakan serupa di masa mendatang.