3Viewes
PERBEDAAN STRING WELDING DAN BACK-STEP WELDING TERHADAP DISTORSI, STRUKTUR MIKRO, DAN KEKERASAN BAJA ASTM A36 DENGAN PROSES SMAW
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
3Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Zahabi, Binauval
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini membandingkan secara deskriptif string welding dan back-step welding terhadap distorsi, struktur mikro, dan kekerasan sambungan baja ASTM A36 hasil pengelasan SMAW melalui eksperimen laboratorium. Enam kupon plat setebal 10 mm dibagi menjadi dua sampel, masing-masing tiga spesimen. Kedua sampel berasal dari plat dengan heat number berbeda; oleh karena itu, perbandingan kekerasan antar sampel ditafsirkan terhadap base metal masing-masing dan tidak digunakan untuk menyatakan pengaruh tunggal welding sequence. Distorsi dinilai melalui distorsi sudut dan penyusutan melintang, struktur mikro diamati pada base metal, HAZ, dan weld metal, sedangkan kekerasan diuji menggunakan Vickers HV10. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif-komparatif tanpa uji statistik. Back-step welding menghasilkan rata-rata distorsi sudut 6,67 derajat dan penyusutan melintang 1,49 mm, sedikit lebih rendah daripada string welding sebesar 7,00 derajat dan 1,59 mm. Seluruh spesimen menunjukkan complete fusion. Base metal dan HAZ didominasi ferit-perlit, sedangkan weld metal menunjukkan matriks feritik dengan indikasi acicular ferrite; sampel string welding tampak lebih homogen, sementara back-step welding lebih heterogen, terutama pada B-II dan B-III. Rata-rata kekerasan base metal, HAZ, dan weld metal masing-masing sebesar 136,08; 147,81; dan 177,94 HV10 pada string welding serta 151,89; 151,75; dan 180,22 HV10 pada back-step welding. Weld metal menjadi zona terkeras pada kedua sampel. Hasil menunjukkan kecenderungan back-step welding menurunkan distorsi, tetapi kesimpulan mengenai kekerasan dibatasi oleh perbedaan heat number dan variasi proses manual.
Description
Keywords
Citation
APA
