0Viewes
Sistem Deteksi Emosi Manusia Menggunakan Metode Audio-Visual Berbasis MFCC, Random Forest, dan CNN
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries
Statistic not available yet or restricted.
Loading...
Date
Authors
Yusuf, M. Afif Fuadie
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan memberikan peluang bagi sistem
komputer untuk mengenali dan memahami emosi manusia secara otomatis. Namun,
sebagian besar sistem deteksi emosi hanya memanfaatkan satu modalitas, seperti suara atau
citra wajah, sehingga performanya masih dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti
kebisingan dan pencahayaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Audio-Visual
Emotion Recognition (AVER) yang mampu mendeteksi emosi secara real-time menggunakan
kombinasi informasi suara dan citra wajah. Pada sistem audio digunakan metode Mel
Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) sebagai ekstraksi fitur dan algoritma Random Forest
sebagai metode klasifikasi, sedangkan pada sistem visual digunakan Convolutional Neural
Network (CNN) untuk mengenali ekspresi wajah. Hasil prediksi kedua modalitas kemudian
digabungkan menggunakan metode Weighted Late Fusion dengan pembobotan 75% pada
sistem visual dan 25% pada sistem audio. Penelitian difokuskan pada empat kategori emosi,
yaitu Happy, Neutral, Angry, dan Sad.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa model audio memperoleh akurasi sebesar
75,56%, sedangkan model visual memperoleh akurasi sebesar 87,48%. Selanjutnya, sistem
diuji secara real-time terhadap 10 responden, dimana setiap responden melakukan 60 kali
pengujian sehingga diperoleh 600 data pengujian pada setiap mode. Berdasarkan hasil
pengujian, Mode Visual menunjukkan tingkat keberhasilan tertinggi pada emosi Happy
sebesar 90,00% dan Neutral sebesar 86,00%. Pada Mode Audio, tingkat keberhasilan
tertinggi diperoleh pada emosi Sad sebesar 88,67%. Sementara itu, Mode Fusion
menunjukkan tingkat keberhasilan tertinggi pada emosi Happy sebesar 80,67% dan Neutral
sebesar 68,00%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem visual memiliki performa yang
lebih baik dibandingkan sistem audio, sedangkan metode Weighted Late Fusion mampu
menghasilkan deteksi emosi yang lebih stabil melalui penggabungan informasi audio dan
visual.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sistem deteksi emosi berbasis
audio-visual berhasil diimplementasikan dalam bentuk aplikasi GUI berbasis Python yang
mampu melakukan deteksi emosi secara real-time menggunakan webcam dan mikrofon.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan sistem
Human Computer Interaction (HCI).
Description
Penelitian ini membahas pengembangan sistem Audio-Visual Emotion Recognition (AVER) untuk mendeteksi emosi manusia secara real-time dengan menggabungkan informasi suara dan citra wajah. Sistem audio menggunakan metode Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) untuk ekstraksi fitur dan algoritma Random Forest untuk klasifikasi, sedangkan sistem visual menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengenali ekspresi wajah. Prediksi dari kedua modalitas digabungkan menggunakan metode Weighted Late Fusion dengan bobot 75% pada modalitas visual dan 25% pada modalitas audio.
Penelitian difokuskan pada empat kategori emosi, yaitu Happy, Neutral, Angry, dan Sad. Hasil pelatihan menunjukkan akurasi sebesar 75,56% pada model audio dan 87,48% pada model visual. Pengujian secara real-time dilakukan terhadap 10 responden dengan total 600 data pengujian pada setiap mode. Sistem berhasil diimplementasikan dalam bentuk aplikasi GUI berbasis Python yang menggunakan webcam dan mikrofon sebagai masukan untuk melakukan deteksi emosi secara real-time. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem Human-Computer Interaction (HCI), khususnya pada penerapan teknologi pengenalan emosi manusia berbasis audio dan visual.
Keywords
Citation
IEEE
