6Viewes
Analisis Pengaruh Bahan Tambah Aluminium, Tembaga, dan Tungsten pada Pengelasan GTAW Pelat ASTM A36 Terhadap Perilaku Crack
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
6Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Rizki, Ahmad
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Kontaminasi bahan pengotor pada proses pengelasan merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya retak yang dapat mengancam integritas struktural sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi crack behavior meliputi jenis, panjang, dan kedalaman retak pada pengelasan GTAW pelat baja ASTM A36 menggunakan variasi bahan pengotor aluminium ER5356, tembaga ERCuSn-A, dan tungsten WC018X7. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan parameter pengelasan yang dijaga konstan (arus 120 A, tegangan 14 V, kecepatan 100 mm/menit, gas pelindung argon 12 L/menit) dan variasi hanya pada jenis bahan pengotor. Pengujian dilakukan menggunakan Liquid Penetrant Testing (LPT) untuk mendeteksi jenis dan panjang retak pada permukaan, serta uji makro dengan etsa larutan HCl dan pengamatan mikroskop optik perbesaran 5× untuk mengukur kedalaman retak pada penampang melintang. Analisis kuantitatif dimensi retak dilakukan menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pengotor aluminium ER5356 menghasilkan transversal crack dengan rata-rata panjang 8,069–8,795 mm dan kedalaman retak 1,211 mm pada zona weld metal. Bahan pengotor tembaga ERCuSn-A menghasilkan branch crack dengan total panjang per retak 10,995–14,692 mm dan toe crack dengan kedalaman 0,186 mm pada zona HAZ. Bahan pengotor tungsten WC018X7 tidak menghasilkan indikasi retak pada seluruh spesimen karena titik leburnya yang sangat tinggi (~3.410°C) menyebabkan tidak terjadinya kontaminasi metalurgi pada kolam las. Urutan tingkat keparahan crack behavior dari tertinggi ke terendah adalah aluminium, tembaga, dan tungsten.
Description
Keywords
Citation
APA
