Analisis Pengaruh Temperatur Ambient terhadap Kinerja Sistem Pendingin Tertutup pada PLTGU Tanjung Uncang

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
12Viewes
0Downloaded
12Accessed per month
3Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Ramadan, Moh Kastu

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Sistem pendingin tertutup (Closed Cooling Water System) memiliki peran krusial dalam menjaga kestabilan temperatur operasi peralatan bantu pada Steam Turbine Generator (STG). Pada sistem berbasis Air-Cooled Heat Exchanger (ACHE), performa pelepasan panas sangat dipengaruhi oleh kondisi temperatur ambient sebagai media pendingin utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh temperatur ambient terhadap kinerja sistem pendingin tertutup di PLTGU Tanjung Uncang berbasis data operasi aktual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik terhadap data selama 30 hari pengamatan, meliputi temperatur ambient, temperatur inlet dan outlet, selisih temperatur (ΔT), tekanan, dan laju aliran. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, visualisasi tren, serta uji korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antar parameter. Hasil menunjukkan bahwa temperatur ambient memiliki korelasi negatif lemah terhadap kinerja sistem (r = -0,130), mengindikasikan adanya mekanisme kompensasi operasional yang menjaga stabilitas performa. Meskipun demikian, peningkatan temperatur ambient menyebabkan degradasi kemampuan pelepasan panas sebesar 5,8% dan mengindikasikan ambang batas kritis pada temperatur >31°C, di mana kinerja sistem mulai menunjukkan ketidakstabilan. Parameter yang paling responsif terhadap perubahan temperatur ambient adalah laju aliran (r = 0,444) dan tekanan sistem (r = 0,413), yang berperan signifikan dalam mempertahankan efektivitas perpindahan panas. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja sistem pendingin tidak semata ditentukan oleh kondisi lingkungan, tetapi juga oleh strategi pengendalian parameter operasional, sehingga optimalisasi flow dan tekanan menjadi kunci dalam menjaga keandalan sistem pada kondisi beban termal tinggi.

Description

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By