Studi Laju Korosi pada Lasan Butt Joint Baja Hollow Dalam Media Air Tawar dan Air Laut
Loading...
Date
Authors
Ikbar,Andika
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Baja hollow sangat umum di gunakan untuk membuat berbagai macam produk seperti jendela, pagar,
kanopi dan sebagainya. Pengelasan yang dilakukan yaitu Shield Metal Arc Welding (SMAW). Maka dari
itu baja hollow yang telah di las dan tidak di las di uji dengan media air tawar dan air laut untuk menghitung
laju korosi dari pencelupan media tersebut, serta membandingkan mana yang lebih cepat terkorosi hollow
yang dilas dengan hollow yang tidak di las. Hasil dari pengujian sampel yang tidak di las pada media air
tawar sampel yang paling tinggi korosi nya yakni sampel A1 sebesar 0,117 mpy, sedangkan yang paling
rendah sampel A3 sebesar 0,101 mpy. Hasil dari pengujian sampel yang tidak di las pada media air laut
sampel yang paling tinggi korosi nya yakni sampel A2 sebesar 0,182 mpy, sedangkan yang paling rendah
sampel A3 sebesar 0,149 mpy. Hasil dari pengujian sampel yang di las pada media air air tawar sampel
yang paling tinggi korosi nya yakni sampel B2 sebesar 0,071 mpy, sedangkan yang paling rendah sampel
B3 sebesar 0,066 mpy. Hasil dari pengujian sampel yang di las pada media air laut sampel yang paling
tinggi korosi nya yakni sampel B2 sebesar 0,109 mpy, sedangkan yang paling rendah sampel B3 sebesar
0,090 mpy. Pengujian dilakukan dengan merendam masing-masing sampel tersebut dengan media air tawar
dan air laut dengan waktu selama 672 jam atau selama empat minggu. Hollow yang dilakukan perendaman
dengan media air tawar dan air laut maka sampel atau material yang lebih cepat terkorosi yaitu sampel yang
direndam ke dalam media air laut. Material yang tidak di las akan lebih cepat mengalami korosi daripada
material yang dilas. Hal ini disebabkan karena pada proses pengelasan terjadi perubahan struktur mikro dan
makro pada material yang membuatnya lebih tahan terhadap korosi. Sedangkan pada material yang tidak
di las struktur aslinya tetap sehingga lebih rentan terhadap serangan korosi.
Description
Keywords
Citation
IEEE
