Pemodelan Kekeringan Berbasis TVDI dalam Mendukung Mitigasi Kebakaran di Pulau Batam

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
6Viewes
0Downloaded
6Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Dewi, Kumala

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Batam memiliki bahaya kekeringan sedang dengan luas daerah 93.650 Ha dan bahaya kekeringan rendah dengan luasan daerah sebesar 2.375 Ha. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan yang ditandai dengan munculnya titik panas. Penelitian ini bertujuan mengukur hubungan antara tingkat kekeringan dengan metode Temperature Vegetation Dryness Indeks dengan titik panas sebagai upaya mitigasi dini kebakaran lahan di Pulau Batam. Data yang digunakan meliputi citra satelit Landsat 9, data titik panas, dan uji korelasi. Data dikumpulkan dengan observasi dan validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan kekeringan dengan metode TVDI memiliki keakuran dengan data lapangan dengan nilai R² = 0,801. Sebaran kekeringan didominasi oleh tingkat kekeringan normal dengan luas 294.580 ha. Analisa korelasi antara data kekeringan dan titik hotspot dengan metode pearson menujukan koefesin korelasi 0,8247 yang artinya 82,47% kekeringan mempengaruhi kemunculan titik panas sehingga pemodelan kekeringan dengan TVDI dapat dimanfaatkan sebagai mitigasi dini kebakaran.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By