5Viewes
Evaluasi Kegagalan Struktur Lambung Kapal Fiberglass Berdasarkan Analisis Risiko Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
5Accessed per month
3Countries
Loading...
Date
Authors
Panjaitan, Addrian
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegagalan struktur lambung kapal fiberglass berdasarkan
analisis risiko menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Evaluasi dilakukan untuk
mengidentifikasi jenis kegagalan pada struktur lambung, menentukan tingkat risiko setiap failure mode,
serta menyusun rekomendasi mitigasi dan perbaikan berdasarkan prioritas risiko. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung terhadap kondisi struktur lambung kapal, identifikasi
failure mode, serta penilaian Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D). Ketiga parameter tersebut
digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar penentuan tingkat dan prioritas
risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan failure mode, yaitu retak rambut (hairline crack)
pada Hull Bottom, void laminasi pada Hull Side, indikasi awal delaminasi pada Laminate Joint, deformasi
ringan dan beberapa lubang kecil pada Bow Bulkhead, pengelupasan coating pada Coating Surface,
perubahan warna dan microcrack pada Gelcoat Layer, retak permukaan pada Keel, serta deformasi ringan
dan retak permukaan pada Deck. Hasil analisis menunjukkan Bow Bulkhead memiliki RPN tertinggi sebesar
210 dengan kategori Very High, sedangkan Coating Surface memiliki RPN sebesar 160 dengan kategori
High. Keel dan Hull Bottom masing-masing memiliki RPN 96 dan 60 dengan kategori Low. Sementara itu,
Hull Side, Laminate Joint, Gelcoat Layer, dan Deck memiliki RPN masing-masing sebesar 24, 8, 12, dan
36 dengan kategori Very Low. Berdasarkan hasil tersebut, prioritas mitigasi diberikan pada kegagalan
dengan tingkat risiko tertinggi, sedangkan kegagalan lainnya ditangani melalui perbaikan lokal dan
pemantauan berkala sesuai tingkat risikonya.
Description
Keywords
Citation
IEEE
