Analisis Desain Lambung Catamaran SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan Catamaran Konvensional pada Kapal Ferry

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
11Viewes
0Downloaded
11Accessed per month
2Countries

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan performa hidrodinamika lambung Catamaran Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) dan catamaran konvensional pada kapal ferry rute Batam–Anambas menggunakan perangkat lunak Maxsurf. Analisis meliputi resistance dengan metode Slender Body, hydrostatics menggunakan Maxsurf Stability, serta Response Amplitude Operator (RAO) menggunakan Maxsurf Motion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 25 knot, lambung SWATH menghasilkan resistance sebesar 273,2 kN dengan kebutuhan daya 4.430,4 kW, sedangkan catamaran konvensional menghasilkan 697,8 kN dan 11.317,3 kW. Pada kecepatan 30 knot, resistance SWATH sebesar 322,4 kN dengan kebutuhan daya 6.273,7 kW, sedangkan catamaran konvensional sebesar 716,6 kN dan 13.946,2 kW. Analisis hydrostatics menunjukkan pergeseran Longitudinal Center of Buoyancy (LCB) lambung SWATH sebesar 0,27 m, lebih kecil dibandingkan catamaran konvensional sebesar 1,05 m, sedangkan seluruh loadcase memenuhi kriteria stabilitas IMO dengan status Pass. Analisis RAO menunjukkan bahwa lambung SWATH lebih efektif mereduksi respons heave dan pitch pada kondisi head sea (180°), namun menghasilkan respons roll dan pitch yang lebih tinggi pada kondisi beam sea (90°). Secara keseluruhan, desain lambung SWATH memberikan performa hidrodinamika yang lebih baik dibandingkan catamaran konvensional pada kondisi operasi yang ditinjau.

Description

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By