Pemodelan 3D Cagar Budaya Menggunakan Terrestrial Laser Scanning (TLS) Dengan Metode Traverse (Studi Kasus : Museum Batam Raja Ali Haji)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
1Viewes
0Downloaded
1Accessed per month
1Countries

Abstract

Cagar budaya merupakan warisan sejarah yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan sebagai upaya menjaga nilai budaya untuk generasi mendatang. Salah satu teknologi yang mampu menghasilkan dokumentasi digital secara detail adalah Terrestrial Laser Scanning (TLS). Penelitian ini bertujuan menghasilkan model tiga dimensi (3D) Museum Batam Raja Ali Haji serta mengevaluasi ketelitian model yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Museum Batam Raja Ali Haji, Kota Batam, pada tahun 2026. Akuisisi data dilakukan menggunakan Leica RTC 360 dengan metode traverse, didukung pengukuran GNSS statik dan Total Station. Data diproses menggunakan Cyclone REGISTER 360 PLUS, Cyclone 3DR, dan ArcGIS Pro. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cloud-to-Cloud Error sebesar 0.006 m, Mean Error georeferensi sebesar 0.013 m, RMSE dimensi sebesar 0.003 m, serta RMSE posisi horizontal dan vertikal masing-masing sebesar 0.3907 m dan 0.2741 m. Model 3D yang dihasilkan memiliki kesesuaian yang baik dengan kondisi lapangan dan memenuhi kriteria Level of Detail (LOD) 3, sehingga layak digunakan sebagai dokumentasi digital dan pendukung pelestarian bangunan cagar budaya.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By