PEMBUATAN DAN VISUALISASI DIGITAL TERRAIN MODEL MENGGUNAKAN TEKNOLOGI UNMANNED AERIAL VEHICLE (Studi Kasus: Industrial Panbil, Muka Kuning, Batam)
Loading...
Date
Authors
Panjaitan, Marchel Andreas Hamonangan
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini berfokus pada pembuatan dan visualisasi Digital Terrain Model (DTM) dan Digital Surface Model (DSM)
di Kawasan Industri Panbil, Batam, menggunakan teknologi UAV DJI Phantom 4 RTK. Akuisisi data udara dilakukan
pada area seluas 11.142,21 m² dengan ketinggian terbang 80 meter dan overlap 70% front dan side, menghasilkan Ground
Sampling Distance (GSD) 2,19 cm/piksel. Data diolah menggunakan Agisoft Metashape Professional melalui alur kerja
fotogrametri meliputi align photos, generasi dense cloud, pembangunan mesh, dan klasifikasi ground point untuk
menghasilkan DTM. Peta DTM yang dihasilkan dengan skala 1:1.000 menggunakan sistem koordinat UTM Zone 48N
memvisualisasikan variasi elevasi dari 60 hingga 109 meter yang diklasifikasikan menjadi lima kelas elevasi dengan
interval kontur 0,4 meter. Analisis topografi menunjukkan lereng curam terkonsentrasi di bagian barat daya (elevasi 100-
109 m) yang bertransisi ke dataran landai di bagian timur (elevasi 60-81 m). Sistem RTK terintegrasi pada UAV
memberikan akurasi positioning real-time sebesar 0,274 m tanpa memerlukan ground control point, memenuhi standar
kelas 1 untuk pemetaan skala 1:1.000 (< 0,30 m). Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi UAV RTK efisien untuk
survei topografi detail guna mendukung perencanaan persiapan lahan di kawasan industri.
Description
Penelitian ini berfokus pada pembuatan dan visualisasi Digital Terrain Model (DTM) dan Digital Surface Model (DSM)
di Kawasan Industri Panbil, Batam, menggunakan teknologi UAV DJI Phantom 4 RTK. Akuisisi data udara dilakukan
pada area seluas 11.142,21 m² dengan ketinggian terbang 80 meter dan overlap 70% front dan side, menghasilkan Ground
Sampling Distance (GSD) 2,19 cm/piksel. Data diolah menggunakan Agisoft Metashape Professional melalui alur kerja
fotogrametri meliputi align photos, generasi dense cloud, pembangunan mesh, dan klasifikasi ground point untuk
menghasilkan DTM. Peta DTM yang dihasilkan dengan skala 1:1.000 menggunakan sistem koordinat UTM Zone 48N
memvisualisasikan variasi elevasi dari 60 hingga 109 meter yang diklasifikasikan menjadi lima kelas elevasi dengan
interval kontur 0,4 meter. Analisis topografi menunjukkan lereng curam terkonsentrasi di bagian barat daya (elevasi 100-
109 m) yang bertransisi ke dataran landai di bagian timur (elevasi 60-81 m). Sistem RTK terintegrasi pada UAV
memberikan akurasi positioning real-time sebesar 0,274 m tanpa memerlukan ground control point, memenuhi standar
kelas 1 untuk pemetaan skala 1:1.000 (< 0,30 m). Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi UAV RTK efisien untuk
survei topografi detail guna mendukung perencanaan persiapan lahan di kawasan industri.
Citation
IEEE
