6Viewes
Pemetaan Kesesuaian Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Alternatif Di Pulau Batam Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process dan Sistem Informasi Geografis
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
6Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Melisa
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Pertumbuhan penduduk dan kegiatan perkotaan di Pulau Batam menyebabkan timbulan sampah meningkat hingga sekitar 1.300 ton per hari, sedangkan TPA Telaga Punggur telah mengalami kelebihan kapasitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter yang memengaruhi penentuan lokasi TPA serta memetakan kesesuaian lokasi TPA alternatif di Pulau Batam menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis menggunakan sepuluh parameter, yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap badan air, jarak terhadap permukiman, jarak terhadap jaringan jalan utama, tutupan lahan, curah hujan, bahaya banjir, bahaya longsor, dan kepadatan penduduk. Bobot parameter ditentukan berdasarkan penilaian perbandingan berpasangan dari tiga responden ahli, kemudian diintegrasikan dengan skor setiap parameter melalui metode Weighted Overlay. Hasil AHP menunjukkan bahwa
jarak terhadap badan air memiliki bobot tertinggi sebesar 23,66%, diikuti jarak terhadap permukiman sebesar 16,96% dan jarak terhadap jaringan jalan utama sebesar 10,32%. Nilai Consistency Ratio sebesar 3,4% menunjukkan bahwa penilaian responden konsisten. Hasil pemetaan menghasilkan kelas sesuai seluas 221,89 ha atau 0,53%, kurang sesuai seluas 8.026,55 ha atau 19,26%, dan tidak sesuai seluas 33.423,19 ha atau 80,20%. Validasi terhadap 34 titik sampel menghasilkan Overall Accuracy sebesar 88,24% dan koefisien Kappa sebesar 80,74%. Selanjutnya, dilakukan penerapan constraint dengan menghilangkan area yang termasuk kawasan lindung, badan air, dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) bandara sehingga diperoleh peta kesesuaian akhir yang telah mempertimbangkan ketentuan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk TPA alternatif di Pulau Batam sangat terbatas dan peta yang dihasilkan perlu digunakan sebagai penyaringan awal sebelum dilakukan kajian teknis dan lingkungan secara lebih terperinci.
Description
Keywords
Citation
APA
