Estimasi Kedalaman Dasar Laut Menggunakan Satellite Derived Bathymetry (SDB) Dari Citra Sentinel-2 Dengan Algoritma Lyzenga (Studi Kasus: Pertambangan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara)

dc.contributor.advisorChayati, Siti Noor
dc.contributor.authorTampubolon, Laura Maria
dc.date.accessioned2026-08-20T01:48:07Z
dc.date.issued2026-06-13
dc.description.abstractWilayah pesisir Kabupaten Kolaka Utara merupakan kawasan yang rentan terhadap perubahan morfologi dasar laut akibat proses sedimentasi dan aktivitas pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kedalaman perairan menggunakan citra Sentinel-2 dengan algoritma Lyzenga serta menganalisis perubahan dasar laut berdasarkan nilai DII pada periode 2016 dan 2025 di wilayah Tolala dan Lasuasua–Ranteangin, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan meliputi pra-pemrosesan citra berupa NDWI, masking daratan, koreksi sun glint, serta estimasi kedalaman menggunakan pendekatan Depth Invariant Index (DII). Data BATNAS digunakan untuk menganalisis hubungan antara nilai estimasi kedalaman relatif hasil Depth Invariant Index (DII) dari citra Sentinel-2 tahun 2025 melalui analisis scatter plot dan koefisien determinasi (R²). Hasil pengolahan DII menunjukkan distribusi nilai indeks pada kedua wilayah penelitian berada pada rentang sekitar -3,0 hingga 4,5 yang membentuk pola gradasi dari wilayah pesisir menuju laut lepas. Area pesisir didominasi nilai indeks rendah yang merepresentasikan perairan dangkal, sedangkan area yang lebih jauh dari pantai menunjukkan nilai indeks lebih tinggi yang mengindikasikan perairan relatif lebih dalam. Pada tahun 2025, distribusi nilai indeks tinggi tampak lebih dominan dengan gradasi kedalaman yang lebih tegas dibandingkan tahun 2016. Analisis pada beberapa rentang kedalaman menunjukkan hubungan terkuat antara nilai DII dan kedalaman BATNAS pada rentang 0–20 meter, dengan nilai R² sebesar 0,5793 di Tolala dan 0,7013 di Lasuasua–Ranteangin. Hasil paired t-test menunjukkan adanya perubahan kedalaman dasar laut yang signifikan antara tahun 2016 dan 2025 pada kedua wilayah penelitian. Berdasarkan hasil estimasi kedalaman relatif, wilayah pesisir menunjukkan kecenderungan pendangkalan, sedangkan wilayah laut lepas kedalamannya relatif tetap. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika perubahan dasar laut yang diduga berkaitan dengan proses sedimentasi, mengingat kedua lokasi penelitian berada di wilayah pesisir dengan indikasi adanya aktivitas pertambangan di kawasan pesisir, meskipun interpretasi tersebut masih bersifat relatif karena keterbatasan data lapangan.
dc.identifier.citationAPA
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI29301#Teknologi Geomatika
dc.identifier.nidnNIDN0019039203
dc.identifier.nimNIM3322301014
dc.identifier.urihttps://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/5386
dc.language.isoother
dc.publisherPoliteknik Negeri Batam
dc.subjectSatellite Derived Bathymetry
dc.subjectSentinel-2
dc.subjectAlgoritma Lyzenga
dc.subjectPerairan Pesisir
dc.subjectKolaka Utara
dc.titleEstimasi Kedalaman Dasar Laut Menggunakan Satellite Derived Bathymetry (SDB) Dari Citra Sentinel-2 Dengan Algoritma Lyzenga (Studi Kasus: Pertambangan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara)
dc.title.alternativeSeafloor Depth Estimation Using Satellite Derived Bathymetry (SDB) from Sentinel-2 Imagery with the Lyzenga Algorithm (A Case Study of Mining Area in North Kolaka, Southeast Sulawesi)
dc.typeArticle

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3322301014_Article.pdf
Size:
1.38 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lembar_Pengesahan.pdf
Size:
291.55 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Borang_Publikasi.pdf
Size:
111.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: