Pengaruh Temperatur Air Laut Terhadap Kinerja Vakum Kondensor Turbin Uap Unit 4 PLTU PT Bintan Alumina Indonesia

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
16Viewes
0Downloaded
16Accessed per month
2Countries

Abstract

Kinerja kondensor pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sangat bergantung pada temperatur air laut sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi temperatur air laut pada siang dan malam hari terhadap kinerja tekanan vakum kondensor turbin uap Unit 4 di PLTU PT Bintan Alumina Indonesia, serta mengidentifikasi langkah operasional penanganannya. Data observasi diambil secara harian (hourly) dari sistem Distributed Control System (DCS) selama periode 1 hingga 7 Januari 2026. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis sensitivitas dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur air laut mengakibatkan penurunan tingkat kevakuman. Pada siang hari dengan suhu air laut tertinggi mencapai 30,5 °C, tekanan vakum berada dititik terbawah di angka -93,13 kPa. Sebaliknya, saat suhu terendah 29,5 °C pada malam hari, tekanan vakum mencapai kondisi terbaiknya di -95,31 kPa. Hasil pengolahan data korelasi Pearson mendapatkan nilai r sebesar 0,9863, menandakan hubungan positif yang sangat kuat. Untuk mengatasi masalah penurunan tekanan vakum ini, langkah operasional yang disarankan meliputi pengaturan beban unit, pembersihan tube dari fouling/scaling, pengaturan katup diafragma, dan pengaturan tekanan sealing pada turbin

Description

Mendeskripsikan sebuah analisis komprehensif mengenai bagaimana fluktuasi suhu air pendingin berdampak langsung pada efisiensi pembangkit listrik. Berdasarkan hasil observasi, dokumen ini mengungkapkan adanya korelasi positif yang sangat kuat di mana kenaikan suhu air laut pada siang hari mengakibatkan penurunan tingkat kevakuman kondensor, sementara pendinginan suhu di malam hari justru mampu mengoptimalkan kinerja tekanan vakum tersebut. Untuk menanggulangi masalah penurunan kevakuman yang dapat mengganggu performa turbin uap, laporan ini merekomendasikan serangkaian langkah operasional adaptif, yang meliputi pengaturan beban pada unit pembangkit, pembersihan pipa (tube) kondensor secara berkala dari masalah fouling atau scaling, penyesuaian bukaan katup diafragma, serta pengaturan tekanan uap penyekat (sealing) pada poros turbin

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By