Pengaruh Temperatur Air Laut Terhadap Kinerja Vakum Kondensor Turbin Uap Unit 4 PLTU PT Bintan Alumina Indonesia

dc.contributor.advisorHasnira, Hasnira
dc.contributor.authorSaputra, Bima Yunarsha
dc.date.accessioned2026-08-26T07:42:53Z
dc.date.issued2026-07-07
dc.descriptionMendeskripsikan sebuah analisis komprehensif mengenai bagaimana fluktuasi suhu air pendingin berdampak langsung pada efisiensi pembangkit listrik. Berdasarkan hasil observasi, dokumen ini mengungkapkan adanya korelasi positif yang sangat kuat di mana kenaikan suhu air laut pada siang hari mengakibatkan penurunan tingkat kevakuman kondensor, sementara pendinginan suhu di malam hari justru mampu mengoptimalkan kinerja tekanan vakum tersebut. Untuk menanggulangi masalah penurunan kevakuman yang dapat mengganggu performa turbin uap, laporan ini merekomendasikan serangkaian langkah operasional adaptif, yang meliputi pengaturan beban pada unit pembangkit, pembersihan pipa (tube) kondensor secara berkala dari masalah fouling atau scaling, penyesuaian bukaan katup diafragma, serta pengaturan tekanan uap penyekat (sealing) pada poros turbin
dc.description.abstractKinerja kondensor pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sangat bergantung pada temperatur air laut sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi temperatur air laut pada siang dan malam hari terhadap kinerja tekanan vakum kondensor turbin uap Unit 4 di PLTU PT Bintan Alumina Indonesia, serta mengidentifikasi langkah operasional penanganannya. Data observasi diambil secara harian (hourly) dari sistem Distributed Control System (DCS) selama periode 1 hingga 7 Januari 2026. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis sensitivitas dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur air laut mengakibatkan penurunan tingkat kevakuman. Pada siang hari dengan suhu air laut tertinggi mencapai 30,5 °C, tekanan vakum berada dititik terbawah di angka -93,13 kPa. Sebaliknya, saat suhu terendah 29,5 °C pada malam hari, tekanan vakum mencapai kondisi terbaiknya di -95,31 kPa. Hasil pengolahan data korelasi Pearson mendapatkan nilai r sebesar 0,9863, menandakan hubungan positif yang sangat kuat. Untuk mengatasi masalah penurunan tekanan vakum ini, langkah operasional yang disarankan meliputi pengaturan beban unit, pembersihan tube dari fouling/scaling, pengaturan katup diafragma, dan pengaturan tekanan sealing pada turbin
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI21309#Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
dc.identifier.nidnNIDN00270883307
dc.identifier.nimNIM4232211008
dc.identifier.urihttps://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/6103
dc.language.isoother
dc.publisherPoliteknik Negeri Batam
dc.subjectTemperatur Air Laut
dc.subjectKondensor
dc.subjectTekanan Vakum
dc.subjectTurbin Uap
dc.subjectPLTU
dc.titlePengaruh Temperatur Air Laut Terhadap Kinerja Vakum Kondensor Turbin Uap Unit 4 PLTU PT Bintan Alumina Indonesia
dc.title.alternativeThe Effect of Seawater Temperature on the Condenser Vacuum Performance of Steam Turbine Unit 4 at PT Bintan Alumina Indonesia Steam Power Plant
dc.typeBook

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4232211008_Pengaruh Temperatur Air Laut Terhadap Kinerja Vakum Kondensor Turbin Uap Unit 4 PLTU PT Bintan Alumina Indonesia.pdf
Size:
1.46 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LEMBAR_PENGESAHAN.pdf
Size:
168.61 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
BORANG_PUBLIKASI.pdf
Size:
188.08 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: