Perbandingan Luas dan Batas Tanah Hasil Survei Terestris Total Station dan GPS Geodetik (studi kasus : area bp batam)

dc.contributor.advisorRahman, Arif
dc.contributor.authorSabella, Regina
dc.date.accessioned2026-10-16T10:03:28Z
dc.date.issued2026-10-14
dc.description.abstractPengukuran bidang tanah merupakan salah satu kegiatan penting dalam survei dan pemetaan untuk memperoleh informasi mengenai posisi, batas, dan luas bidang tanah. Perkembangan teknologi survei memungkinkan pengukuran bi-dang tanah dilakukan dengan berbagai metode, di antaranya survei terestris menggunakan Total Station dan pengukuran GPS Geodetik menggunakan metode Real-Time Kinematic Networked Transport of RTCM via Internet Pro-tocol (RTK-NTRIP). Perbedaan metode pengukuran dapat menyebabkan adan-ya perbedaan koordinat titik batas dan hasil perhitungan luas, sehingga diper-lukan evaluasi terhadap kesesuaian dan ketelitian hasil pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran luas dan batas bidang tanah menggunakan Total Station sebagai pembanding dengan GPS Geodetik metode RTK-NTRIP pada area Badan Pengusahaan Batam. Penelitian ini dil-akukan menggunakan titik kerangka kontrol peta sebagai titik ikat backsight dalam pengukuran menggunakan Total Station metode orientasi backsight dengan jumlah titik kkp 18 titik koordinat x,y,z dan GPS Geodetik dengan metode RTK-NTRIP. Data koordinat dari kedua metode kemudian diolah un-tuk membentuk poligon bidang tanah, menghitung luas, menentukan selisih dan persentase perbedaan luas, menghitung toleransi luas, serta melakukan uji ketelitian horizontal menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan Cir-cular Error 90% (CE90). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas bidang tanah hasil pengukuran Total Station sebesar 25.952,920 m², sedangkan hasil pengukuran GPS Geodetik RTK-NTRIP sebesar 25.936,062 m². Selisih luas yang diperoleh sebesar 15,858 m² atau 0,061%, sedangkan nilai toleransi luas dari aturan BPN sebesar 80,547 m². Dengan demikian, selisih luas kedua metode masih berada di bawah nilai toleransi yang ditetapkan. Hasil uji keteli-tian posisi menunjukkan nilai RMSE horizontal sebesar 0,133 m dan CE90 sebesar 0,202 m. Nilai CE90 tersebut berada di bawah batas ketelitian horizon-tal sebesar 0,30 m sehingga memenuhi Kelas 1 pada skala peta maksimal 1:1000. Berdasarkan hasil tersebut, pengukuran menggunakan GPS Geodetik metode RTK-NTRIP memiliki kesesuaian sebagai perbandingan dengan Total Station dalam menentukan luas dan posisi batas bidang tanah pada area BP Ba-tam serta memenuhi ketelitian horizontal Kelas 1 pada skala 1:1000.
dc.identifier.citationIEEE
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI29301#Teknologi Geomatika
dc.identifier.nidkNIDK125341
dc.identifier.nimNIM3322301083
dc.identifier.urihttps://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/7057
dc.publisherPoliteknik Negeri Batam
dc.subjectGPS Geodetik
dc.subjectRTK-NTRIP
dc.subjectTotal Station
dc.subjectLuas bidang tanah
dc.subjectKetelitian po-sisi.
dc.titlePerbandingan Luas dan Batas Tanah Hasil Survei Terestris Total Station dan GPS Geodetik (studi kasus : area bp batam)
dc.typeArticle

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3322301083_Tugas Akhir.pdf
Size:
1.22 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lembar_Pengesahan.pdf
Size:
212.51 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Borang_Publish.pdf
Size:
402.34 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: