16Viewes
Penilaian Risiko dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
16Accessed per month
3Countries
Loading...
Date
Authors
Saisab, Michael Yesaya
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal penting dalam industri konstruksi, termasuk pada
penerapan teknologi 3D printing Konstruksi. PT Nuvah Global Indonesia, sebagai perusahaan yang
baru mengembangkan teknologi ini di Batam, masih perlu membenahi penerapan standar K3 pada
lingkungan kerjanya. Penelitian ini menerapkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
untuk mengidentifikasi potensi kegagalan proses (failure mode) pada setiap tahapan kerja, kemudian
menilainya melalui tiga parameter Severity (tingkat keparahan), Occurrence (frekuensi kejadian), dan
Detection (kemampuan deteksi) untuk memperoleh Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar prioritas
pengendalian. Skala penilaian ketiga parameter disusun dengan mengadaptasi kerangka penilaian yang
digunakan pada penelitian FMEA di industri pengecoran logam. Objek yang diamati meliputi proses
Assembly, Welding, Spray Painting, hingga pengoperasian mesin pencetak 3D printing. Data
dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan. Dari 15 potensi kegagalan yang teridentifikasi,
RPN tertinggi (256) ditemukan pada risiko tertabrak truss pencetak yang sedang bergerak saat operasi
3D printing berlangsung, disusul radiasi UV akibat topeng las yang belum lengkap pada proses Welding
dengan nilai RPN(245). Risiko-risiko ini menjadi prioritas pengendalian utama bagi perusahaan
Description
Keywords
Citation
IEEE
