16Viewes
Strategi Penguatan Pengalaman Wisatawan melalui Interpretasi Preferensi, Perilaku, dan Ketidaksesuaian Persepsi di Desa Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
16Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Syafriandana, Dava
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Pariwisata berbasis pengalaman menuntut destinasi mengelola bukan sekadar atraksi, melainkan keseluruhan perjalanan wisatawan secara konsisten sejak sebelum kedatangan hingga setelah kepulangan. Hasil pra-survei terhadap 40 responden di Desa Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Kota Batam, menunjukkan kepuasan yang tinggi terhadap kebersihan dan lingkungan, namun niat kunjungan ulang yang rendah, sebuah kesenjangan yang menjadi titik tolak penelitian ini. Penelitian bertujuan merumuskan strategi penguatan pengalaman wisatawan melalui interpretasi preferensi, perilaku, dan ketidaksesuaian persepsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan tujuh belas informan melalui delapan belas sesi wawancara mendalam, dilengkapi observasi lapangan dan dokumentasi, dianalisis melalui kerangka Strategic Experiential Modules, Expectation-Disconfirmation Theory, dan Customer Journey Mapping, sebelum dirumuskan menjadi strategi melalui matriks SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menemukan bahwa destinasi ini sesungguhnya memiliki dua perjalanan wisatawan yang berbeda secara mendasar, bergantung pada apakah pengunjung datang secara mandiri atau melalui rombongan berpaket. Seluruh selisih di antara keduanya bersifat penyampaian, bukan penyediaan. Ketidaksesuaian persepsi juga ditemukan tidak bersumber dari janji yang berlebihan, melainkan dari kekosongan informasi yang diisi sendiri oleh calon wisatawan. Kelima dimensi pengalaman melemah secara berjenjang ketika pendampingan tidak hadir, dengan dimensi sensorik bertahan penuh sementara dimensi kognitif, perilaku, dan sosial paling bergantung pada mediasi manusia. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan enam pilar strategi penguatan pengalaman yang sebagian besar tidak memerlukan belanja modal besar, melainkan penataan ulang informasi, interpretasi, dan kapasitas kelembagaan.
Description
Citation
APA Style
