Analisis Pengaruh Variasi Suhu Preheat terhadap Kualitas Sambungan Las SMAW pada Material ASTM A36 Berdasarkan Uji Kekerasan dan Struktur Mikro

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
2Viewes
0Downloaded
2Accessed per month
1Countries

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu preheat terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro sambungan las baja karbon ASTM A36 pada proses pengelasan SMAW. Variasi suhu preheat yang digunakan adalah non-preheat, 50°C, 100°C, dan 150°C. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Vickers hardness test menggunakan beban 5 kgf pada tiga daerah pengujian, yaitu weld metal, heat affected zone (HAZ), dan base metal, sedangkan pengamatan struktur mikro dilakukan untuk mengidentifikasi fasa yang terbentuk pada sambungan las. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan rata-rata tertinggi pada daerah weld metal diperoleh pada kondisi non-preheat sebesar 191,0 HV, sedangkan nilai terendah diperoleh pada suhu preheat 150°C sebesar 155,2 HV. Pada daerah HAZ, nilai kekerasan rata-rata meningkat dari 142,4 HV pada kondisi non-preheat menjadi 163,7 HV pada suhu preheat 100°C, kemudian menurun menjadi 151,7 HV pada suhu preheat 150°C. Sementara itu, pada daerah base metal nilai kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh pada suhu preheat 100°C sebesar 135,7 HV dan terendah pada kondisi non-preheat sebesar 133,8 HV, sehingga perubahan nilai kekerasan pada daerah ini relatif kecil dibandingkan daerah weld metal dan HAZ. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa sambungan las didominasi oleh fasa ferit dan perlit. Variasi suhu preheat mempengaruhi ukuran dan penyebaran butir, dimana peningkatan suhu preheat cenderung memperbesar butir ferit–perlit akibat laju pendinginan yang lebih lambat, terutama pada suhu 150°C, sehingga nilai kekerasan menurun pada beberapa daerah pengujian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa suhu preheat berpengaruh terhadap distribusi kekerasan dan struktur mikro sambungan las, dimana suhu preheat 100°C memberikan nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ dan base metal, sedangkan kondisi non-preheat menghasilkan nilai kekerasan tertinggi pada daerah weld metal.

Description

1. Aeticle 2. Lembar Pengesahan 3. Borang Pulikasi Repository

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By