Analisis Keluhan Pelanggan Akibat Barang Tercampur Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT. VLX
| dc.contributor.advisor | Sudarso, Dian Mulyaningtyas | |
| dc.contributor.author | Putri, Leony Maryela | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-19T17:54:09Z | |
| dc.date.issued | 2025-12-25 | |
| dc.description | Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis dan meminimalkan keluhan pelanggan akibat barang tercampur pada PT. VLX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dengan skor risiko tertinggi terdapat pada proses packing (13,64%), labelling (12,47%), dan outgoing inspection (12,24%). Penerapan FMEA membantu perusahaan mengidentifikasi potensi kegagalan, menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta meningkatkan efektivitas dan konsistensi prosedur kerja. Usulan perbaikan meliputi peningkatan ketelitian operator dan QC, penerapan SOP dan checklist verifikasi yang lebih ketat, serta audit internal berkala guna mendukung perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam sistem manajemen kualitas perusahaan. | |
| dc.description.abstract | Barang tercampur merupakan permasalahan kualitas yang sering muncul di industri manufaktur. Dampaknya cukup serius, seperti meningkatnya keluhan pelanggan, menurunnya kepuasan, hingga kerugian finansial serta menurunnya reputasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab terjadinya barang tercampur pada proses produksi di PT. VLX serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner mengenai keluhan pelanggan. Hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN), yaitu perkalian Severity, Occurrence, dan Detection (S × O × D), menunjukkan 3 skor tertinggi terdapat pada proses Packing skor 13,64%, proses Labelling sebesar 12,47% dan Outgoing Inspection sebesar 12,24%. Temuan tersebut menegaskan bahwa ketiga proses menjadi titik kritis terjadinya barang tercampur. Penyebab utama yaitu tidak adanya pemeriksaan ulang, belum adanya sistem barcode, dan kurangnya pelatihan karyawan. Rekomendasi meliputi penerapan checklist harian, pembaruan SOP pemeriksaan isi dan label, serta peningkatan peran QC untuk verifikasi akhir | |
| dc.identifier.citation | APA | |
| dc.identifier.kodeprodi | KODEPRODI63314#Logistik Perdagangan Internasional | |
| dc.identifier.nidn | NIDN1002108101 | |
| dc.identifier.nim | NIM4132111034 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/4692 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | POLITEKNIK NEGERI BATAM | |
| dc.subject | Keluhan pelanggan | |
| dc.subject | barang tercampur | |
| dc.subject | FMEA | |
| dc.subject | RPN | |
| dc.subject | kualitas. | |
| dc.title | Analisis Keluhan Pelanggan Akibat Barang Tercampur Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT. VLX | |
| dc.type | Article |
Files
Original bundle
1 - 3 of 3
Loading...
- Name:
- 4132111034_ARTIKEL JABA.pdf
- Size:
- 829.6 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 4132111034_Borang Publikasi.pdf
- Size:
- 103.31 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 4132111034_Lembar Pengesahan.pdf
- Size:
- 51.91 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description:
