10Viewes
Perancangan Model Bisnis Wellness & Culture Retreat di Kota Batam Berbasis Business Model for Sustainability (BMfS)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
10Accessed per month
3Countries
Loading...
Date
Authors
Rahmadanny, Dheko
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan pengembangan wellness & culture retreat di Kota Batam serta merancang model bisnisnya berbasis kerangka Business Model for Sustainability (BMfS), didorong oleh pertumbuhan wisatawan mancanegara Batam (dari 1.043.078 pada 2023 menjadi 1.326.831 pada 2024) yang belum diimbangi diferensiasi produk wellness dan masih didominasi belanja, hiburan, dan spa konvensional, sementara ekonomi wellness global tumbuh pesat menuju proyeksi USD 1.383,3 miliar pada 2029 dengan Asia-Pasifik sebagai kawasan pertumbuhan tertinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratori dengan 19 informan dari lima kelompok pemangku kepentingan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi literatur, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman hingga ditransformasikan ke Value Proposition Canvas (VPC), Business Model Canvas (BMC), dan evaluasi BMfS. Hasil analisis mengidentifikasi kedekatan geografis dengan Singapura-Malaysia dan kekayaan budaya Melayu sebagai potensi utama yang belum tergarap, berhadapan dengan delapan tema tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia tersertifikasi dan risiko komersialisasi budaya tanpa keaslian praktik. Rancangan model bisnis menempatkan digital detox bertingkat dan modul budaya Melayu sebagai proposisi nilai inti, mengintegrasikan tiga bentuk nilai BMfS (ekonomi, sosial-budaya, lingkungan) dan lima ketegangan keberlanjutan yang memerlukan mitigasi eksplisit. Rancangan ini divalidasi melalui Focus Group Discussion dan expert validation oleh dua akademisi, menghasilkan skor kelayakan konseptual rata-rata 4,00 dan 3,57 dari skala 5, lalu disintesis menjadi Model Bisnis Final yang mengintegrasikan enam komponen rancangan di bawah skema tata kelola konsorsium multi-pihak.
Description
Citation
APA
