Identifikasi Penyebab Cacat Flashing pada Mold connector Menggunakan Diagram Fishbone

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
10Viewes
0Downloaded
10Accessed per month
3Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Nasution Muhammad Sandika Astiansah

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Abstract

Dalam industri manufaktur, elektronik kualitas produk sangat penting. Agar produk dapat digunakan oleh pelanggan, mereka harus memiliki ketelitian dan bentuk yang presisi. Injection molding adalah teknik yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik. Dalam proses ini, Bahan plastik berbentuk butiran dimasukkan ke dalam hopper, kemudian dipanaskan di dalam barrel hingga meleleh dan didorong ke dalam cetakan (mold). Setelah selesai, material berubah dari fase cair menjadi padat, yang membentuk cetakan yang diinginkan. Proses injection 2memiliki beberapa kelebihan, seperti mampu memproduksi produk dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat, memiliki tingkat presisi yang tinggi, dapat menggunakan berbagai jenis material plastik, serta menghasilkan limbah yang relatif sedikit karena material sisa masih dapat didaur ulang. Namun demikian, proses ini juga berpotensi menghasilkan cacat produk (defect), seperti flashing, short mold, gap, dan sink mark. Permasalahan defect juga terjadi pada proses injection molding di PT A, khususnya pada produk connector. Salah satu cacat yang sering ditemukan adalah flashing pada mold, yaitu kelebihan material plastik yang keluar dari celah cetakan. Tingginya jumlah defect ini dapat menyebabkan pemborosan dalam proses produksi serta menurunkan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya flashing pada mold connector. Serta memberikan usulan perbaikan guna meningkatkan kualitas produk dan mengurangi jumlah defect dalam proses produksi. Berdasarkan analisis diagram fishbone, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor mold merupakan akar penyebab utama terjadinya cacat flashing, yang dipicu oleh keausan pada parting line, insert, dan cavity, serta adanya ketidaksejajaran (misalignment) antara gate dan cavity. Selain itu, faktor usia mesin yang sudah mencapai 10–15 tahun menjadi faktor pendukung yang menurunkan optimalisasi tekanan penjepitan (clamping), sementara faktor manusia, material, dan metode turut memperparah timbulnya cacat akibat kurangnya konsistensi dalam penyetelan parameter proses serta pelaksanaan preventive maintenance.

Description

Full Page Artikel, Lembar Pengesahan, Borang Publikasi

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By