Optimalisasi Kualitas Animasi “Generate” melalui Pemanfaatan Video Referensi Menggunakan Metode Pose to Pose

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas film pendek animasi 3D “Generate” dengan menerapkan metode animasi pose to pose yang didukung oleh pemanfaatan video referensi secara baik. Sebelumnya, animasi dikerjakan menggunakan teknik straight ahead yang dinilai kurang efektif dalam menonjolkan pose kunci, penentuan timing, dan juga arc. Melalui pendekatan kualitatif eksperimental, animasi diperbaiki dengan metode pose to pose yang mencakup analisis video referensi untuk menentukan key pose, breakdown, dan in-between yang tepat. Hasil animasi kemudian divalidasi oleh praktisi animasi profesional berdasarkan aspek timing, arc, dan kualitas visual keseluruhan. Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kejelasan animasi, arc, dan pose karakter. Metode pose to pose juga dianggap efektif untuk animator pemula karena memberikan alur kerja yang lebih terstruktur dalam mendukung staging dan storytelling. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam kemampuan memahami dan menerapkan referensi secara akurat, sehingga dibutuhkan pelatihan yang lebih mendalam. Penelitian ini menawarkan kerangka praktis yang dapat menjembatani proses pembelajaran animasi di lingkungan akademik dengan standar industri profesional.

Description

Citation

[1] I. T. R. Arroyo, “The Importance of Animation Reference: Tips and Techniques,” Ianimate.net. [Online]. Available: https://ianimate.net/more/articles/the-importance-of-animation-reference-tips-and-techniques [2] V. Waeo, A. S. M. Lumenta, and B. A. A. Sugiarso, “Implementasi Gerakan Manusia Pada Animasi 3D Dengan Menggunakan Menggunakan Metode Pose to pose,” J. Tek. Inform., vol. 9, no. 1, 2016, doi: 10.35793/jti.9.1.2016.14641. [3] W. Novayani and G. Eka Budiansyah, “Implementasi MDLC dan Pose to Pose dalam Film Animasi 3D Sejarah Kerajaan Melayu Siak,” J. Appl. Informatics Comput., vol. 6, no. 1, 2022, doi: 10.30871/jaic.v6i1.3367. [4] S. F. Salmon, V. Tulenan, and B. A. Sugiarso, “Penggunaan Metode Pose to Pose dalam Pembuatan Animasi 3D Tarian Minahasa Maengket,” J. Tek. Inform., vol. 12, no. 1, 2017, doi: 10.35793/jti.12.1.2017.17867. [5] C. A. Mo, K. Hu, C. Long, and Z. Wang, “Continuous Intermediate Token Learning with Implicit Motion Manifold for Keyframe Based Motion Interpolation,” in Proceedings of the IEEE Computer Society Conference on Computer Vision and Pattern Recognition, 2023. doi: 10.1109/CVPR52729.2023.01335. [6] E. de Bruin, “Importance Of Reference Videos for your Animations.” [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=YPaRejott7I [7] C. Sampson, “How to use video reference for Animation.” [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=UkWnwHwMapQ&t=128s [8] V. Tscherter, P. Ravasio, and S. Guttormsen-schär, “The Qualitative Experiment in HCI: Definition, Occurrences, Value and Use,” ACM Trans. Comput. Interact., vol. V, pp. 1–24, 1986. [9] H. Hakim, “LKP : Pembuatan Keypose pada Animasi Berjudul Isyarat,” 2020, [Online]. Available: https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/5044/ [10] F. T. and O. Johnston, “Disney Animation-The Illusion of Life.pdf,” 1981. [11] Nelli Nur Ramdhani, R. Mutiara, and Rusi Rusmiati Aliyyah, “Implementasi Media Pembelajaran Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama : Studi Analisis Tematik,” Karimah Tauhid, vol. 3, no. 8, pp. 8541–8552, 2024, doi: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14412.

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By