Identifikasi Defect Produk Pada Hasil Pengelasan Dengan Metode Failure Mode Effect Analysis

Abstract

Salah satu produk yang mempunyai pangsa pasar yang sangat potensial yaitu pembuatan pagar, kanopi, tralis rooling door. Memasuki era globalisasi tingkat persaingan menjadi semakin tinggi dan memberikan tantangan tersendiri bagi seorang pengusaha. Kondisi ini tentu menuntut kesiapan bagi para pengusaha salah satunya Tata Usaha Alumunium yang berlokasi di Tanjung Piayu, Kota Batam untuk meningkatkan kualitas produk pengelasan. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk maka perlu diketahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kegagalan atau kecacatan dalam proses produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan identifikasi defect pada hasil pengelasan dengan metode FMEA (Failure mode effect analysis) dan mengetahui faktor penyebab terjadinya kecacatan pada proses pengelasan di Tata Usaha Alumunium. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil satu sample produk pengelasan yang diproduksi di Tata Usaha Alumunium yaitu pagar dan memfokuskan pada pengamatan terhadap alur proses produksi dan hasil produksi. Setelah data didapat dari pengisian kuisioner yang di sebarkan kepada seluruh karyawan yang berada di Tata Usaha Alumunium yang berjumlah 4 orang , maka selanjutnya data tersebut diolah menggunakan metode FMEA (Failure mode effect analysis), setelah menemukan defect dengan metode tersebut dilakukan pencegahan sesuai dengan defect yang di temukan. Berdasarkan data yang ada bahwa kecacatan produk diawali dari flowchart produksi dan ditemukan dua defect, yakni tembus/bolong , dan Arc Strike. Hasil penelitian menunjukan bahwa RPN tertinggi adalah tembusan (cacat las berupa coakan/ lubang di area pengelasan) dengan nilai 432. Faktor penyebab kecatatan tembusan/bolong adalah arus pengelasan yang terlalu besar, dan tempo kecepatan elektroda tidak stabil. Solusi untuk mencegah defect maka disarankan untuk melakukan tempo kecepatan yang setabil dan arus di perhatikan sebagai upaya deteksi awal kecacatan pengelasan, dan melakukan edukasi akibat defect kepada para pekerja.

Description

Keywords

Citation

APA

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By