Perbandingan Efektivitas Proses Request For Information (RFI) Manual dan Digital pada Proyek Konstruksi

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
7Viewes
0Downloaded
7Accessed per month
3Countries

Abstract

Request For Information (RFI) merupakan salah satu media komunikasi resmi yang digunakan dalam proyek konstruksi untuk mendukung proses inspeksi dan penyampaian informasi antar pihak yang terlibat. Pengelolaan RFI secara manual masih menimbulkan berbagai kendala, seperti lamanya waktu proses, kesalahan pencatatan, kesulitan pelacakan dokumen, dan tingginya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas proses RFI manual dan Digital pada proyek konstruksi berdasarkan empat indikator, yaitu waktu proses, akurasi data, kemudahan pelacakan (Tracking), dan biaya operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap 9 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, observasi langsung di lapangan, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan time-motion study pada indikator waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses RFI manual memerlukan rata-rata 72 jam per siklus, sedangkan sistem RFI Digital menggunakan Production Control Management System (PCMS) hanya membutuhkan rata-rata 24 jam per siklus. Selain itu, sistem Digital mampu meningkatkan akurasi data melalui pencatatan elektronik, mempermudah pelacakan dokumen secara real-time, serta mengurangi penggunaan dokumen fisik sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem RFI Digital lebih efektif dibandingkan sistem manual dalam mendukung pengelolaan RFI pada proyek konstruksi.

Description

Citation

IEEE

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By