ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN METODE SENTINEL-1 DUAL-POLARIZED WATER INDEX (SDWI) PADA PLATFORM GOOGLE EARTH ENGINE (Studi Kasus: Kecamatan Nongsa)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
34Viewes
0Downloaded
34Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Yahya, Wahyudi

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Kecamatan Nongsa di Pulau Batam adalah pusat pariwisata dan bisnis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Namun, faktor alam dan manusia, seperti reklamasi dan penambangan pasir ilegal mengganggu ekosistem dan mata pencaharian nelayan, sering menyebabkan tekanan lingkungan yang signifikan di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ekstraksi garis pantai periode tahun 2015, 2020, dan 2025. Metode yang digunakan yaitu Sentinel-1 Dual-Polarized Water Index (SDWI) dengan memanfaatkan data citra satelit Sentinel-1 Ground Range Detected (GRD) melalui platform Google Earth Engine (GEE). Analisis perubahan garis pantai dilakukan menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan menghitung parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Lokasi penelitian yaitu pada pesisir Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Data utama yang digunakan adalah citra Sentinel-1 Ground Range Detected (GRD) multi-temporal tahun 2015, 2020, dan 2025 dengan resolusi 10 meter. Metode ekstraksi garis pantai yang digunakan adalah Sentinel-1 Dual-Polarized Water Index (SDWI) diolah melalui platform berbasis cloud Google Earth Engine (GEE). Analisis perubahan garis pantai dilakukan secara digital menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter yang dihitung mencakup Net Shoreline Movement (NSM) untuk jarak perpindahan dan End Point Rate (EPR) untuk laju perubahan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Sentinel-1 dapat mendeteksi perubahan garis pantai dengan nilai overall accuracy mencapai 91,38%. Analisis DSAS mengungkap terjadinya perubahan morfologi yang signifikan, di mana laju perubahan tahunan rata-rata (EPR) meningkat dari -11,50 meter/tahun pada periode 2015-2020 menjadi 0,07 meter/tahun pada periode 2015-2025 serta pada tahun 2020-2025 menjadi 11,73 meter/tahun. Fenomena akresi mendominasi dinamika pesisir dengan nilai tertinggi mencapai 834,06 meter pada periode 2020-2025. Disisi lain, tercatat pula adanya kemunduran daratan akibat abrasi yang mencapai jarak maksimal -205,67 meter.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By