Analisis Crack Propagation pada Sambungan Las di Padeye Menggunakan Finite Element Method (FEM)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
1Viewes
0Downloaded
1Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Gazali, Ridwan

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Padeye berfungsi sebagai titik pengangkatan (lifting point) yang integritas sambungan lasnya menentukan keselamatan proses pengangkatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh insiden terlepasnya padeye akibat retak las, dan bertujuan menganalisis perambatan retak (crack propagation) pada sambungan las padeye akibat beban statis aktual 136 kN menggunakan pendekatan Linear Elastic Fracture Mechanics (LEFM) dan Finite Element Method (FEM). Retak awal berbentuk semi-elliptical surface crack dimodelkan pada weld metal dengan tiga variasi kedalaman: 5, 10, dan 20 mm. Hasil simulasi menunjukkan nilai Stress Intensity Factor (SIF) maksimum berturut-turut 79,997 MPa\sqrt{mm}, 123,36 MPa\sqrt{mm}, dan 152,32 MPa\sqrt{mm}, jauh di bawah fracture toughness (K_IC) sebesar 948,68 MPa\sqrt{mm}, sehingga retak tidak merambat pada kondisi aktual. Sebagai validasi, K_IC diturunkan menjadi 1 MPa\sqrt{mm} dan menghasilkan perambatan sepanjang 0,17528 mm, 0,51459 mm, dan 0,70779 mm untuk tiap variasi, membuktikan model bekerja sesuai kriteria SIF > K_IC. Semakin besar panjang retak awal, semakin besar pula SIF dan perambatan yang dihasilkan. Struktur padeye pada beban 136 kN dinyatakan aman terhadap kegagalan akibat perambatan retak.

Description

Bidang ilmu dari tugas akhir ini adalah Teknik Mesin (Mechanical Engineering), dengan fokus pada mekanika retak (fracture mechanics). Penelitian ini menggunakan pendekatan Linear Elastic Fracture Mechanics (LEFM) yang diintegrasikan dengan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) untuk mengevaluasi perilaku retak akibat beban statis.

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By