PEMETAAN DAN ANALISIS TINGKAT KERAWANAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED OVERLAY
Loading...
Date
Authors
Marbun,Aftalitakumin
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Kota Batam adalah salah satu daerah yang berkembang pesat di Provinsi Kepulauan Riau, memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan di sektor industri, komersial, serta infrastruktur telah memberikan efek positif terhadap ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan besar pada lingkungan. Topografi yang sebagian besar terdiri dari lereng curam dan tingginya curah hujan membuat Batam sangat rentan terhadap kejadian tanah longsor. Peristiwa longsor besar yang terjadi di Kecamatan Sekupang pada Januari 2025, yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan pada pemukiman, menjadi pengingat akan pentingnya melakukan pemetaan kerawanan yang menyeluruh sebagai dasar untuk langkah-langkah mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan longsor di Kota Batam dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode Weighted Overlay. Parameter yang dianalisis meliputi jenis batuan, jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Setiap parameter diberikan skor berdasarkan seberapa besar kontribusinya terhadap terjadinya longsor, kemudian diberi bobot berdasarkan tingkat kepentingan relatif. Proses overlay digunakan untuk mengkombinasikan semua parameter sehingga menghasilkan peta zonasi kerawanan longsor yang dikategorikan menjadi beberapa kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Batam berada dalam kategori kerawanan sedang, yang tersebar di berbagai kecamatan. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terutama teridentifikasi pada daerah perbukitan dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, serta perubahan tutupan lahan akibat aktivitas pembangunan. Sementara itu, kawasan dengan kerawanan rendah lebih sering ditemukan di daerah datar yang memiliki kondisi tanah yang relatif stabil. Peta kerawanan longsor yang dihasilkan sangat penting untuk mendukung perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta strategi mitigasi bencana di Kota Batam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, mengurangi risiko, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah yang rawan bencana.
Description
Kota Batam adalah salah satu daerah yang berkembang pesat di Provinsi Kepulauan Riau, memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan di sektor industri, komersial, serta infrastruktur telah memberikan efek positif terhadap ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan besar pada lingkungan. Topografi yang sebagian besar terdiri dari lereng curam dan tingginya curah hujan membuat Batam sangat rentan terhadap kejadian tanah longsor. Peristiwa longsor besar yang terjadi di Kecamatan Sekupang pada Januari 2025, yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan pada pemukiman, menjadi pengingat akan pentingnya melakukan pemetaan kerawanan yang menyeluruh sebagai dasar untuk langkah-langkah mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan longsor di Kota Batam dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode Weighted Overlay. Parameter yang dianalisis meliputi jenis batuan, jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Setiap parameter diberikan skor berdasarkan seberapa besar kontribusinya terhadap terjadinya longsor, kemudian diberi bobot berdasarkan tingkat kepentingan relatif. Proses overlay digunakan untuk mengkombinasikan semua parameter sehingga menghasilkan peta zonasi kerawanan longsor yang dikategorikan menjadi beberapa kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Batam berada dalam kategori kerawanan sedang, yang tersebar di berbagai kecamatan. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terutama teridentifikasi pada daerah perbukitan dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, serta perubahan tutupan lahan akibat aktivitas pembangunan. Sementara itu, kawasan dengan kerawanan rendah lebih sering ditemukan di daerah datar yang memiliki kondisi tanah yang relatif stabil. Peta kerawanan longsor yang dihasilkan sangat penting untuk mendukung perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta strategi mitigasi bencana di Kota Batam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, mengurangi risiko, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah yang rawan bencana.
Keywords
Citation
APA