Pemetaan Kesesuaian Lahan Pemukiman Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Nongsa Pulau Batam

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Azizah, Fitri Nur

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Nongsa Subdistrict is one of the subdistricts in Batam City that holds strategic potential as a rapidly developing digital industrial zone. High population growth has driven massive land-use conversion, including the emergence of illegal construction that does not comply with land suitability parameters. This situation increases the area’s vulnerability to disasters while placing significant pressure on the environment. Therefore, a Geographic Information System (GIS)-based land suitability evaluation approach is needed to analyze the suitability of residential land, taking into account the area’s physical characteristics and its alignment with the Regional Spatial Plan (RTRW). This study aims to evaluate the suitability of residential land in Nongsa Subdistrict using the weighted overlay method with several parameters, namely slope gradient, soil type, flood risk, rainfall, land use, and distance from major roads. The results of this analysis are expected to serve as a basis for decision-making regarding more appropriate, safe, and sustainable residential development guidelines in Nongsa Subdistrict.

Description

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Nongsa, Pulau Batam, yang belakangan ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sebagai pusat industri digital, terutama sejak adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan Nongsa Digital Park. Perkembangan ini justru menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan untuk tempat tinggal, sehingga banyak terjadi perubahan fungsi lahan. Bahkan, ditemukan beberapa bangunan yang dibangun tanpa memperhatikan kondisi lahan yang sesuai. Kondisi ini memang berbahaya, terutama jika dipertimbangkan kemungkinan bencana seperti longsor dan banjir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana lahan pemukiman di Kecamatan Nongsa sesuai dengan kondisi yang ada, dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta metode weighted overlay. Ada enam parameter fisik yang digunakan sebagai dasar dalam analisis, yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, tingkat kerawanan terhadap banjir, curah hujan, penggunaan lahan, dan jarak dari jalan utama. Setiap parameter tersebut dikelompokkan dan diberi nilai berdasarkan sejauh mana sesuai dengan lahan pemukiman, lalu digabungkan melalui proses overlay untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan secara umum. Selain itu, hasil analisis tersebut juga dibandingkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam tahun 2021–2041 agar dilihat sejauh mana kondisi fisik lahan yang ada sesuai dengan arahan tata ruang yang sudah ditetapkan pemerintah. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Nongsa masuk dalam kategori cukup layak untuk dijadikan pemukiman, yaitu sekitar 67% dari total area. Wilayah yang sangat layak mencapai sekitar 32%.Hanya sedikit bagian (kurang dari 1%) yang termasuk tidak layak, karena kondisi lereng yang curam dan rawan terjadi erosi atau banjir. Hasilnya juga menunjukkan kesesuaian yang cukup baik jika dibandingkan dengan peta RTRW, sehingga dapat disimpulkan bahwa pola pemukiman yang terjadi saat ini sudah cukup sesuai dengan arahan tata ruang yang berlaku. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah serta pihak terkait dalam merancang pengembangan kawasan permukiman di Nongsa ke depan, agar lebih aman, terorganisasi, dan tidak memicu masalah lingkungan di masa mendatang.

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By