ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI RISIKO KEKERASAN SEKSUAL DI TEMPAT KERJA PADA PEKERJA OPERATOR PEREMPUAN DI INDUSTRI MANUFAKTUR

dc.contributor.advisorHati, Shinta Wahyu
dc.contributor.authorLestari, Anggun Dwi
dc.date.accessioned2026-08-20T05:00:19Z
dc.date.issued2026-08-07
dc.description.abstractKekerasan seksual di tempat kerja merupakan persoalan manajemen sumber daya manusia yang serius, terutama pada pekerja operator perempuan di industri manufaktur yang bekerja dalam sistem shift dan struktur hierarkis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio gender, relasi kuasa, status kerja, budaya organisasi, beban kerja, dan pengetahuan tentang kekerasan seksual terhadap potensi risiko kekerasan seksual di tempat kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 220 pekerja operator perempuan industri manufaktur di Kota Batam yang dipilih dengan teknik non-probability sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS setelah model dinyatakan memenuhi seluruh asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap potensi risiko kekerasan seksual di tempat kerja (F = 168,627; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 0,826. Secara parsial, rasio gender, relasi kuasa, status kerja, budaya organisasi, dan beban kerja berpengaruh positif signifikan, sedangkan pengetahuan tentang kekerasan seksual berpengaruh negatif signifikan sehingga berperan sebagai faktor protektif. Status kerja dan rasio gender merupakan prediktor dengan pengaruh terbesar. Berdasarkan nilai koefisien regresi terstandarisasi (Standardized Coefficients Beta), status kerja merupakan prediktor dengan pengaruh relatif terbesar terhadap potensi risiko kekerasan seksual di tempat kerja (β = 0,368), diikuti oleh budaya organisasi (β = 0,288) dan rasio gender (β = 0,211). Penggunaan nilai Beta ini diperlukan karena satuan pengukuran (jumlah indikator) antar variabel independen berbeda, sehingga nilai B (unstandardized) tidak dapat digunakan untuk membandingkan kekuatan relatif antar prediktor secara langsung. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan yang komprehensif, mencakup perbaikan struktur ketenagakerjaan, penguatan budaya organisasi, pembatasan penyalahgunaan kuasa, pengelolaan beban kerja, dan edukasi berkelanjutan bagi pekerja perempuan di industri manufaktur.
dc.identifier.citationAPA
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI63311#Administrasi Bisnis Terapan
dc.identifier.nidnNIDN0701057902
dc.identifier.nimNIM4122201104
dc.identifier.urihttps://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/5434
dc.language.isoother
dc.publisherPoliteknik Negeri Batam
dc.subjectkekerasan seksual di tempat kerja
dc.subjectrasio gender
dc.subjectrelasi kuasa
dc.subjectstatus kerja
dc.subjectregresi linier berganda
dc.titleANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI RISIKO KEKERASAN SEKSUAL DI TEMPAT KERJA PADA PEKERJA OPERATOR PEREMPUAN DI INDUSTRI MANUFAKTUR
dc.typeArticle

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4122201104_Artikel.pdf
Size:
830.67 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Borang_Publikasi.pdf
Size:
4.08 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lembar_Pengesahan.pdf
Size:
111.87 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: