PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN BUAH PEPAYA (Carica Papaya L) DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus: PULAU GALANG)
Repository Politeknik Negeri Batam
Date
2025-12-31
Authors
Diyan Rahma Sari Diyan Rahma Sari
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Buah pepaya termasuk buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena merupakan tanaman buah yang tidak bermusim. Untuk tumbuh secara optimal, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan buah pepaya. Tanaman buah pepaya dapat berpotensi sebagai sumber penghasilan tambahan bagi para petani. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pembatas yang mempengaruhi tingkat kesesuaian lahan pertanian buah pepaya di Pulau Galang dengan memanfaatkan teknologi SIG. Metode analisis yang digunakan dalam klasifikasi kesesuaian lahan buah pepaya adalah metode matching dan skoring untuk menentukan antara karakteristik lahan berdasarkan syarat tumbuh buah pepaya di lahan Pulau Galang.
Hasil penelitian yang telah dilakukan pada setiap satuan lahan di Pulau Galang terbagi menjadi dua jenis kesesuaian lahan, yaitu lahan aktual dan lahan potensial. Hasil penelitian dari lahan aktual menunjukkan bahwa satuan lahan 1, 2, dan 3 digolongkan menjadi S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas utama yang sama, yaitu ketersediaan air (wa), sehingga digolongkan ke dalam kelas S3wa. Untuk meningkatkan lahan, perlu dilakukan upaya perbaikan dari lahan aktual menjadi lahan potensial pada karakteristik kesesuaian lahan, dengan meningkatkan kelas lahan naik satu tingkat agar menjadi lebih optimal. Pada lahan potensial untuk satuan lahan 1, 2, dan 3, dari S3wa ditingkatkan menjadi kelas lahan S2 (cukup sesuai) melalui upaya perbaikan penerapan sistem irigasi, pengelolaan tanah, dan pemupukan. Dengan upaya tersebut, kelas kesesuaian lahan dapat ditingkatkan menjadi S2, dengan mempertimbangkan faktor pembatas seperti ketersediaan air (wa) dan temperatur. Maka, karakteristik kesesuaian lahan di Pulau Galang setelah dilakukan upaya perbaikan digolongkan menjadi kelas S2wa, tc (cukup sesuai). Namun, untuk beberapa parameter, tidak dapat dilakukan perbaikan karena sifat alami suatu daerah, sehingga nilainya akan tetap sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lahan yang ada di Pulau Galang memiliki potensi untuk pembudidayaan buah pepaya.
Description
Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kesesuaian lahan untuk tanaman pepaya (Carica papaya L.) di Pulau Galang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, data klasifikasi buah pepaya, serta data lapangan. Data-data ini diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak arcgis untuk menghasilkan peta yang menunjukkan kelas tingkatan lahan di Pulau Galang, mulai dari sangat sesuai, cukup sesuai, sesuai marginal, hingga tidak sesuai. Hasil pemetaan disajikan dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Informasi ini digunakan untuk perencanaan dan pengembangan pertanian pepaya yang optimal di Pulau Galang, serta dapat membantu petani dalam pengambil keputusan untuk menentukan lokasi yang paling sesuai untuk penanaman pepaya, serta merencanakan pengelolaan lahan yang efektif dan efisien.
Keywords
TECHNOLOGY::Information technology, SIG, LAND
Citation
APA