Pembuatan Spesimen Cacat Las Crack Untuk Pengujian Magnetic Testing

dc.contributor.advisorFitria, Nur
dc.contributor.advisorWiratno, Sapto
dc.contributor.authorGunawan, Rafil
dc.date.accessioned2026-05-19T17:55:00Z
dc.date.issued2025-06-04
dc.description.abstractPengelasan merupakan proses penyambungan logam yang banyak digunakan di industri, namun sering menimbulkan cacat las seperti retak (crack) yang dapat menurunkan kekuatan sambungan. Retak merupakan salah satu cacat paling kritis karena dapat menyebabkan kegagalan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk membuat spesimen uji dengan cacat retak buatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran metode pengujian tidak merusak (Non-Destructive Testing/NDT), khususnya Magnetic Particle Inspection (MPI). Material yang digunakan adalah baja ASTM A36 dengan ketebalan 8 mm yang disambung menggunakan metode Flux Cored ArcWelding (FCAW) dalam posisi 1G. Untuk menghasilkan retak buatan, terdapat 3 (tiga) jenis metode yang digunakan yaitu, metode pertama dilakukan dengan menambahkan tembaga (copper) kedalam area pengelasan sehingga saat proses pengelasan mengeras terdapat material berbeda yang dapat menghasilkan retakan (crack) pada hasil pengelasan. Metode kedua dilakukan dengan cara melakukan pengelasan dengan menambahkan tembaga (copper) pada area pengelasan dan kemudian spesimen didinginkan secara instan menggunakan air es dengan suhu 5° C (lima derajat celcius) segera setelah proses pengelasan selesai sehingga dapat terjadi crack, yaitu retakan yang muncul setelah logam membeku, akibat adanya tegangan sisa dan hidrogen terperangkap dalam logam las. Metode ketiga, dilakukan dengan menambahkan tembaga pada area las, kemudian spesimen didinginkan dalam air bersuhu normal (±22°C). Pendinginan alami ini bertujuan menciptakan kondisi intermediate antara metode pertama dan kedua, untuk mengamati potensi terbentuknya retakan tanpa perlakuan termal ekstrem. Spesimen kemudian diuji dengan pengujian MPI menggunakan white contras, black magnetic ink, dan yoke. Hasil pengujian menunjukkan adanya retakan pada permukaan las yang dapat dideteksi dengan jelas menggunakan metode MPI. Penelitian ini membuktikan bahwa pembuatan cacat las buatan menggunakan metode penambahan material tembaga (copper) dan dengan melakukan pendinginan cepat dapat efektif digunakan dalam simulasi pengujian NDT untuk keperluan pendidikan dan pelatihan.
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI21401#Teknik Mesin
dc.identifier.nidnNIDN0002059102
dc.identifier.nidnNIDN0007118701
dc.identifier.nimNIM3412011043
dc.identifier.urihttps://repository.polibatam.ac.id//handle/PL29/4706
dc.language.isoother
dc.publisherPoliteknik Negri Batam
dc.titlePembuatan Spesimen Cacat Las Crack Untuk Pengujian Magnetic Testing
dc.typeArticle

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3412011043_Tugas Akhir.pdf
Size:
634.33 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lembar Pengesahan.pdf
Size:
299.65 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Borang_Publikasi.pdf
Size:
211.84 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections