Studi Perbandingan Variasi Tegangan pada Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) terhadap Distorsi Buckling dan Dimensi pada Fabrikasi T Beam

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
7Viewes
0Downloaded
7Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Simanjuntak, Advent

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi fabrikasi dan pengelasan yang semakin pesat, sehingga menuntut proses pengerjaan yang efisien serta hasil yang memenuhi standar kualitas industri. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Flux-Cored Arc Welding (FCAW), yang dikenal memiliki keunggulan dalam menjaga konsistensi kualitas sambungan las dan meningkatkan efisiensi produksi, terutama pada fabrikasi struktur T-Beam yang memiliki kekuatan tinggi dan penggunaan material yang optimal. Namun demikian, proses pengelasan sering menimbulkan distorsi dan buckling akibat distribusi panas yang tidak merata, yang dapat menyebabkan perubahan dimensi serta menurunkan kualitas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pengaruh variasi tegangan (voltage) pada proses pengelasan FCAW terhadap distorsi buckling dan perubahan dimensi pada T-Beam. Metode yang digunakan meliputi pemberian variasi tegangan saat pengelasan, kemudian dilakukan pengukuran distorsi dan perubahan dimensi menggunakan alat ukur seperti meter, caliper, dan string line dengan mengacu pada standar toleransi yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi parameter pengelasan berpengaruh signifikan terhadap kualitas fabrikasi T-Beam, terutama dalam mengendalikan distorsi dimensi dan risiko buckling pada flange. Pada tegangan terendah, yaitu 19 volt, terjadi deformasi terbesar dengan nilai rata-rata berubah dari -1,0 -1,3 dan 0,7 mm setelah fit up menjadi -3,7 -20 dan -3,7 mm setelah pengelasan, sehingga flange tidak lagi memenuhi standar NORSOK 2011. Selain itu, terjadi perubahan panjang flange sebesar 1,4 mm pada 19 V, 3,0 mm pada 23 V, dan 7,4 mm pada 26 V. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tegangan pengelasan menyebabkan distorsi flange semakin besar.

Description

Citation

IEEE

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By