Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir (Studi Kasus : Pulau Batam)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
1Viewes
0Downloaded
1Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Geraldi, Baby Joe Panca

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Pulau Batam dikenal sebagai kawasan dengan laju pembangunan infrastruktur dan pemukiman yang sangat pesat. Namun, pesatnya pembangunan ini sering kali berdampak langsung pada saluran drainase yang menyempit dan terjadi pendangkalan ataupun tertimbun, sehingga saat terjadinya hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi, maka saluran tidak mampu menampung debit limpasan air. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti topografi, jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan buffer sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir dan pemodelan jalur evakuasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Pulau Batam. Metode yang digunakan adalah melalui teknik overlay dan skoring terhadap parameter curah hujan, topografi, jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan buffer sungai. Analisis spasial dilakukan untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas kerawanan banjir. Selanjutnya, pemodelan jalur evakuasi dilakukan menggunakan network analyst dengan mempertimbangkan jaringan jalan, titik kejadian banjir, serta lokasi fasilitas umum sebagai titik evakuasi sementara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerawanan banjir di Pulau Batam diklasifikasikan menjadi 4 tingkat yaitu tingkat kerawanan tidak rawan, kurang rawan, rawan, dan sangat rawan. Masing-masing memiliki luas yaitu untuk kawasan dengan tingkat kerawanan sangat rawan seluas 1821,94 ha (4,5%), kawasan dengan tingkat kerawanan rawan seluas 22180,34 ha (54,3%), kawasan dengan tingkat kerawanan kurang rawan 13462,51 ha (32,9%) dan kawasan dengan tingkat kerawanan tidak rawan seluas 3352,44 ha (8,3%). Hasil validasi menunjukkan model ini sangat representatif, dari total 73 titik historis kejadian banjir, sebanyak 71 titik (97,3%) berada pada kelas rawan hingga sangat rawan, dan 2 titik (2,7%) berada pada kelas kurang rawan. Network Analyst menghasilkan 80 rute evakuasi yang menghubungkan titik kejadian banjir menuju 7 tempat evakuasi sementara. Jarak tempuh rute bervariasi dari 943 meter hingga 14,2 km.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By