STUDI PERBANDINGAN KEKUATAN BENDA HASIL 3D PRINTING DENGAN LIMA JENIS INFILL DENSITY YANG BERBEDA MENGGUNAKAN MATERIAL POLYLACTIC ACID (PLA)

Abstract

Abstrak 3D printing merupakan sebuah trobosan baru dalam dunia teknologi, 3D printing adalah sebuah printer yang mampu mencetak benda 3 dimensi, yang bisa dipegang, dilihat, dan memiliki volume. Material yang biasa digunakan pada pencetakan ialah PLA yang merupakan kepanjangan dari Polylactic Acid, PLA atau Polylactic Acid merupakan material filamen yang digunakan pada proses pencetakan tiga dimensi. Kekuatan dan ketahanan benda yang menggunakan material Polylactic Acid (PLA) dan dicetak menggunakan mesin 3D Printing tergantung pada ketebalan benda tersebut atau biasa disebut dengan infill density. Benda yang akan diuji kekuatannya ialah spesimen yang berukuran 10x10x55 mm. dibuat menggunakan mesin 3D Printing menggunakan material Polilactic Acid (PLA). Oleh karena itu dilakukan studi perbandingan kekuatan benda hasil 3D printing dengan lima jenis infill density yang berbeda menggunakan material Polylactic Acid (PLA) yang bertujuan pengujian kekuatan benda hasil pencetakan 3D printing untuk mengetahui kekuatan, efisiensi waktu, cost, dan keamanan maupun ketahanan suatu produk yang dihasilkan dengan lima pesentase infill yang berbeda. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian spesimen, spesimen dengan infill density 60% menunjukkan hasil yang lebih baik karena estimasi waktu, cost dan kekuatan yang dihasilkan sangat optimal untuk penggunaan jangka panjang.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By