Optimalisasi Monitoring Infrastruktur Jaringan Berbasis Otomatisasi PRTG Terintegrasi WhatsApp: Studi Kasus PT. Solnet Indonesia

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
8Viewes
0Downloaded
8Accessed per month
1Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Prayoga, M.Kelvin

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Infrastruktur jaringan merupakan komponen vital bagi operasional perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP), sehingga keterlambatan deteksi gangguan berdampak langsung pada kualitas layanan dan tingkat kepuasan pelanggan. PT. Solnet Indonesia saat ini telah memanfaatkan Paessler Router Traffic Grapher (PRTG) sebagai perangkat utama pemantauan jaringan, namun mekanisme notifikasi yang masih bergantung pada media surel menyebabkan keterlambatan respons dengan median sekitar 7 menit pada jam kerja dan mencapai puluhan menit hingga beberapa jam pada jam non-kerja. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan sistem pemantauan infrastruktur jaringan melalui otomatisasi PRTG yang diintegrasikan dengan aplikasi WhatsApp menggunakan layanan Fonnte WhatsApp Gateway sebagai kanal notifikasi real-time. Metode pengembangan yang digunakan adalah Prototyping, dengan arsitektur berlapis yang menghubungkan PRTG Core Server sebagai monitoring layer, skrip PowerShell (prtg_notifier.ps1) sebagai integration layer, serta Fonnte API sebagai delivery layer menuju perangkat WhatsApp administrator. Sistem diuji pada 100 host pelanggan dengan total 200 sensor aktif (Ping ICMP dan SNMP Traffic) melalui tiga kategori pengujian, yaitu pengujian fungsional, performa, dan keandalan, serta dilengkapi pengujian skenario kegagalan layanan gateway. Pengukuran menggabungkan observasi natural terhadap notifikasi produksi (n = 307-472 sampel), pengukuran terkontrol pada komponen dekomposisi (n = 30), serta wawancara terstruktur dengan tim NOC sebagai pembanding sistem lama. Indikator keberhasilan yang ditetapkan meliputi success rate notifikasi ≥ 99%, response time end-to-end ≤ 30 detik, service availability ≥ 99%, serta message loss rate ≤ 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan sistem usulan mencapai response time end-to-end 6,0 detik, success rate 100%, service availability 99,93%, dan message loss 0%. Berdasarkan wawancara terstruktur dengan tim NOC, sistem baru memangkas waktu respons sekitar 70 kali pada jam kerja dan lebih dari 423 kali pada jam non-kerja dibandingkan mekanisme notifikasi konvensional berbasis surel, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan ISP dalam membangun sistem pemantauan jaringan yang lebih responsif dan efisien.

Description

Citation

APA7

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By