METODE PENGUJIAN KONTAK FIT PROPELLER PADA KAPAL SPOB 70M

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
7Viewes
0Downloaded
7Accessed per month
3Countries

Abstract

Kontak Fit baling-baling kapal adalah proses penyesuaian bentuk permukaan yang bersentuhan antara permukaan baling-baling / Propeller dengan permukaan bagian shaft propller. Baling-baling kapal atau propeller pada kapal umumnya terhubung dengan poros baling-baling atau propeller shaft. Kedudukan / posisi propeller pada propeller shaft haruslah sedemikian rupa presisinya sehingga boleh dikatakan tidak ada jarak antara propeller hub dengan bagian taper propeller shaft.Penyebab terjadinya proses Kontak fit ini karena pernahnya kapal setelah launching harus dilakukan docking kembali dan harus dilakukan proses kontak fit ulang karena ditemukannya getaran pada poros propeller. Pengujian bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan tahap-tahap cara kontakfit dengan baik dan benar agar tidak terjadi kerusakan pada propeller kapal. Proses Kontak fit ini wajib dilakukan pada kapal-kapal yang baru dibuat dimana Propeller dan propeller Shaft masih dalam kondisi baru (karena tidak semua produsen Propeller dan shaft memiliki alat kalibrasi dies untuk pengujian taper).Proses kontak fit juga wajib dilakukan pada kapal-kapal yang sudah beroperasi dan ingin mengganti propellernya dengan Propeller yang baru.Ketentuan dari Biro Klasifikasi Indonesia bahwa Kontak fit /lap fitting antara propeller dan propeller shaft adalah minimum 80% kontak yang bersentuhan.BKI mengadopsi standar internasional seperti ISO dan ketentuan mengenai standar contact fit (kecocokan kontak antara poros dan shaft ) diatur dalam BKI Rules for Machinery Installations. Secara spesifik, aturan tersebut terdapat pada Volume III (Machinery Installations), Section 4 (Main Shafting).

Description

Citation

IEEE

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By