Identifikasi Zona Bahaya Navigasi Berdasarkan Variasi Musiman Arus, Pasang Surut, dan Angin dengan Pendekatan Prediktif (Studi Kasus: Perairan Semarang)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
1Viewes
0Downloaded
1Accessed per month
1Countries

Abstract

Perairan Tanjung Emas Semarang merupakan wilayah dengan aktivitas pelayaran yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko terhadap keselamatan navigasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona bahaya navigasi berdasarkan parameter arus, angin, pasang surut, dan kondisi perairan. Metode yang digunakan meliputi analisis windrose, analisis pasang surut, pemodelan hidrodinamika menggunakan Delft3D-FLOW, dan analisis batimetri yang direduksi terhadap Lowest Water Spring (LWS). Hasil penelitian menunjukkan perubahan pola angin musiman dari arah timur pada Musim Barat menjadi barat–barat laut pada Musim Timur, dengan kecepatan arus tertinggi mencapai lebih dari 5 m/s. Nilai LWS sebesar 0,3568 m digunakan sebagai acuan reduksi kedalaman, sedangkan kedalaman perairan di sekitar kolam pelabuhan berkisar 0,8–9,6 m dan tergolong perairan dangkal. Alur pelayaran utama memiliki lebar 100 m, kedalaman minimal -10 m LWS, dan mampu melayani kapal dengan draft maksimum 8,2 m. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa zona bahaya navigasi terutama berada pada perairan dangkal di sekitar kolam pelabuhan dan area di luar alur pelayaran yang terpengaruh arus kuat. Secara umum, kombinasi arus, angin musiman, pasang surut, dan kedalaman perairan yang terbatas menjadi faktor utama pembentuk zona bahaya navigasi serta dapat digunakan sebagai dasar dalam mendukung keselamatan pelayaran di Perairan Semarang.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By