10Viewes
Analisis Kebocoran Sistem Generator Cooling Water Pada Rotor di PLTU Bengkayang Kalimantan Barat Menggunakan Metode RCFA Dan FMEA
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
10Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
siregar, Richard fernando
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Kebocoran pada sistem Generator Cooling water (GCW) rotor generator di PLTU Bengkayang terdeteksi pada fase start-up setelah pelaksanaan kegiatan overhaul. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian pada komponen sistem pendingin atau proses perakitan yang tidak teridentifikasi pada tahap inspeksi awal. Kebocoran pada sistem pendingin rotor merupakan permasalahan penting karena dapat mempengaruhi kestabilan temperatur rotor, menurunkan keandalan generator, serta berpotensi mengganggu kontinuitas operasi pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab kebocoran pada sistem pendingin rotor generator serta menentukan prioritas risiko kegagalan komponen melalui pendekatan analisis kegagalan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, inspeksi visual komponen, pengujian hidrostatik (hydrotest), serta pengumpulan data melalui kuesioner yang disusun berdasarkan parameter Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Root Cause Failure Analysis(RCFA) untuk menelusuri hubungan sebab akibat kegagalan, serta FMEA untuk mengevaluasi tingkat risiko melalui perhitungan Risk Priority Number(RPN). Hasil analisis RCFA menunjukkan bahwa kebocoran disebabkan oleh penurunan kondisi seal rotor yang tidak lagi mampu mempertahankan kerapatan sistem pendingin saat unit mulai beroperasi. Analisis FMEA menunjukkan bahwa komponen seal rotor dan sambungan pipa pendingin memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 210 dengan kategori risiko tinggi sehingga memerlukan prioritas utama dalam kegiatan inspeksi dan pemeliharaan. Penerapan metode RCFA dan FMEA secara terpadu terbukti efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab kegagalan serta menentukan prioritas penanganan berbasis tingkat risiko guna meningkatkan keandalan sistem pendingin rotor generator pada unit pembangkit.
