Analisis dan Pemetaan Periode Ulang Curah Hujan Maksimum di Pulau Bintan Menggunakan Metode Iwai Kadoya

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
4Viewes
0Downloaded
4Accessed per month
2Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Tarigan, Mutiara Zephaniah

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Curah hujan ekstrem merupakan salah satu faktor utama penyebab bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang berpotensi terjadi di wilayah kepulauan, termasuk Pulau Bintan. Karakteristik geografis Pulau Bintan yang didominasi wilayah pesisir serta adanya variasi distribusi curah hujan menyebabkan perlunya analisis periode ulang curah hujan maksimum sebagai informasi dan bahan pertimbangan spasial dalam mendukung upaya mitigasi bencana serta perencanaan pembangunan. Penelitian ini memanfaatkan data observasi curah hujan harian maksimum tahunan dari 13 pos hujan yang tersebar di Pulau Bintan dan diperoleh dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam periode 2011–2025. Analisis dilakukan pada periode ulang 10, 20, 30, 40, dan 50 tahun menggunakan metode Iwai Kadoya. Selanjutnya, hasil perhitungan diolah secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil analisis memperlihatkan bahwa setiap pos hujan memiliki pola peningkatan curah hujan maksimum yang berbeda pada setiap periode ulang, yang mencerminkan adanya variasi karakteristik hujan ekstrem di Pulau Bintan. Hasil pemetaan spasial menunjukkan bahwa potensi curah hujan maksimum tidak terdistribusi secara merata, dengan wilayah pos hujan di Sri Bintan sebagai area yang memiliki potensi tertinggi dengan nilai 583,8 mm/hari, sedangkan wilayah pos hujan Kawal memiliki potensi terendah dengan nilai sekitar 267,3 mm/hari pada periode ulang 50 tahun.

Description

Curah hujan ekstrem merupakan salah satu faktor utama penyebab bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang berpotensi terjadi di wilayah kepulauan, termasuk Pulau Bintan. Karakteristik geografis Pulau Bintan yang didominasi wilayah pesisir serta adanya variasi distribusi curah hujan menyebabkan perlunya analisis periode ulang curah hujan maksimum sebagai informasi dan bahan pertimbangan spasial dalam mendukung upaya mitigasi bencana serta perencanaan pembangunan. Penelitian ini memanfaatkan data observasi curah hujan harian maksimum tahunan dari 13 pos hujan yang tersebar di Pulau Bintan dan diperoleh dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam periode 2011–2025. Analisis dilakukan pada periode ulang 10, 20, 30, 40, dan 50 tahun menggunakan metode Iwai Kadoya. Selanjutnya, hasil perhitungan diolah secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil analisis memperlihatkan bahwa setiap pos hujan memiliki pola peningkatan curah hujan maksimum yang berbeda pada setiap periode ulang, yang mencerminkan adanya variasi karakteristik hujan ekstrem di Pulau Bintan. Hasil pemetaan spasial menunjukkan bahwa potensi curah hujan maksimum tidak terdistribusi secara merata, dengan wilayah pos hujan di Sri Bintan sebagai area yang memiliki potensi tertinggi dengan nilai 583,8 mm/hari, sedangkan wilayah pos hujan Kawal memiliki potensi terendah dengan nilai sekitar 267,3 mm/hari pada periode ulang 50 tahun.

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By